Demam Berdarah di Kabupaten Ngawi Capai 98 Kasus, Dua Meninggal
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kasus demam berdarah di Kabupaten Ngawi kembali meningkat. Dimana Dinas Kesehatan setempat merilis selama tri wulan pertama ditahun 2026 ini, tercatat 98 kasus demam berdarah, bahkan dua orang diantaranya meninggal dunia.
“Didalam tri wulan pertama, yaitu bulan Januari - Maret, kami mencatat ada 98 kasus demam berdarah, dimana dua orang meninggal," kata Kabid Pengelola Program Penyakit Menular Vektor Dinas Kesehatan Ngawi, Anang Ristanto.
Lanjutnya Anang menambahkan bahwa meski jumlahnya hampir seratus kasus, namun masih terbilang diambang aman. Bahkan bulan April ini trendnya mulai menurun.

"Kita lakukan foging sebagai bentuk mencegah penyebaran nyamuk aedes ageypti terutama di daerah yang dilaporkan ada korban," tambahnya.
Cuaca saat ini menjadi bagian dari penyebab merebaknya kasus demam berdarah. Dimana kondisi saat ini rentan terhadap menyebarnya jentik. Pihaknya berharap agar masyarakat selalu waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami minta masyarakat selalu menjaga lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terutama tempat yang memungkinkan menjadi kantong air yang jadi tempat nyamuk bersarang," pungkasnya.
Foging memang menjadi hal yang bisa dibilang efektif mencegah penyebaran nyamuk yang jadi penyebab demam berdarah. Seperti halnya yang dilakukan di Madiasri, Desa Jururejo, Kabupaten Ngawi.
Dimana foging dilakukan selama dua tahap dalam jeda tiga hari untuk memastikan keberadaan nyamuk aedes aegyti bisa terbasmi.
Editor : Putra