Viral Curhatan Guru Honorer Ponorogo, Mengajar Bertahun Tahun Tak Masuk Dapodik
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ribuan guru honorer di Ponorogo hingga kini belum bisa masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini yang menjadi keresahan dan protes mereka karena tidak bisa mengakses berbagai program dan kebijakan pendidikan nasional.
Salah satu guru honorer yang merasakan hal tersebut, Mahfud Danuri, yang juga Ketua Forum GTT Ponorogo, mengungkapkan ada sekitar 1.000 guru tidak tetap (GTT) di Ponorogo sampai sekarang masih berada di luar sistem Dapodik.
"Ada kurang lebih 1000 GTT di Ponorogo yang belum diakui keberadaannya. Harapan kami sederhana, minimal bisa masuk Dapodik sebagai bentuk penghargaan terhadap kami," katanya.
Lanjut guru honorer di salah satu SMP Negeri di Ponorogo ini menegaskan bahwa para guru honorer tidak sedang menuntut insentif besar dari pemerintah daerah. Dimana diketahui banyak guru rela tetap mengajar meski hanya menerima honor minim.
"Kami tidak menuntut apa-apa dari pemkab. Kalau memang anggaran berat, kami siap tidak menerima insentif dari daerah. Tapi tolong keberadaan kami diperhatikan," terangnya.
Masih menurut Mahfud bahwa masuk dalam sistem Dapodik menjadi kunci masa depan para guru honorer. Sebab tanpa masuk dalam sistem tersebut, mereka tidak bisa mengikuti berbagai program pemerintah, mulai peningkatan kompetensi hingga program lain.
"Kalau sudah masuk Dapodik, ada program-program yang bisa kami ikuti. Sekarang kami tidak bisa manfaatkan kebijakan pusat," ungkapnya.
Harapan Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri untuk ikut memikirkan nasib guru honorer yang selama ini tetap bertahan di tengah keterbatasan.
"Kami menuruti apa yang diharapkan dinas. Tolong perhatian dari Pemkab Ponorogo," tambahnya.
Perjuangan para guru honorer agar bisa masuk Dapodik sudah berlangsung lama. Bahkan dirinya mengaku sudah menunggu sejak 2021, namun hingga kini belum ada kebijakan yang benar-benar membuka jalan mereka.
“Saya sendiri sudah 5 tahun memperjuangkan ini. Sejak 2021 belum ada kebijakan. Kami mohon bagaimana caranya Dapodik segera dibuka," pungkasnya.
Para guru honorer sebenarnya sudah beberapa kali datang ke dinas untuk menanyakan persoalan tersebut. Keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala utama. Akan tetapi para guru honorer tetap bertahan menjalankan tugas mendidik siswa. Bahkan sebagian besar gaji mereka hanya ratusan ribu
Editor : Putra