get app
inews
Aa Text
Read Next : Kabar Terbaru PM Israel Netanyahu Bikin Geger Media Sosial, Benar Tewas?

Relawan Kemanusiaan Dibebaskan Tentara Israel, Keluarga di Ponorogo Ungkap Hal ini

Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:21 WIB
header img
Herman Budianto salah satu relawan yang ditahan tentara Israel akhirnya dibebaskan foto: istimewa

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Harapan dan doa keluarga Herman Budianto Sudarsono, salah satu relawan kemanusiaan yang sempat ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Palestina terkabul. Dimana Herman bersama teman-temannya dikabarkan telah dibebaskan dan kini tengah menjalani proses pemulangan ke Indonesia.

Kabar pembebasan Herman tersebut ternyata telah sampai ke sang adik, Diah Puspasari (48), warga Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

“Iya, sudah dibebaskan, cuma ini proses perpulangannya. Masih mantau proses perpulangannya,” kata Diah.

Lanjutnya Diah menambahkan bahwa, kabar pembebasan itu diterima keluarga pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB melalui pesan WhatsApp dari istri Herman.

“Jam 4 kayaknya, habis Ashar. Dapat kabar pertama dari istrinya lewat WA,” tambahnya.

Meski Herman disebut telah dibebaskan, keluarga mengaku masih menyimpan kekhawatiran setelah beredar informasi adanya relawan yang mengalami penyiksaan hingga dugaan pelecehan seksual selama masa penahanan.

Pihak keluarga belum mengetahui pasti identitas relawan yang dimaksud maupun kondisi sebenarnya di lokasi penahanan.

“Sudah lega sebenarnya, cuma ada berita katanya ada penyiksaan dan pelecehan seksual. Itu siapa dan bagaimana pastinya kami belum tahu,” ungkapnya.

Akan tetapi sampai saat ini keluarga hanya bisa berharap Herman bisa segera kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan selamat.

“Mudah-mudahan pulang sehat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Herman Budianto Sudarsono menjadi salah satu dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Palestina.

Keluarga menyebut keberangkatan Herman dilandasi semangat kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang hingga kini masih berada di tengah konflik berkepanjangan.

Pihak keluarga terakhir berkomunikasi dengan Herman sekitar 19 hingga 20 April 2026. Saat itu, pihak keluarga belum mengetahui bahwa Herman ikut dalam rombongan pelayaran kemanusiaan dari Turki menuju Gaza.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut