Relawan Ditangkap Tentara Israel, Keluarga di Ponorogo Minta Pemerintah Bantu Bebaskan
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Keluarga Herman Budianto Sudarsono, relawan kemanusiaan asal Kabupaten Ponorogo, masih merasa cemas dan khawatir, usai dikabarkan ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Palestina
Keluarga berharap pemerintah Indonesia segera turun tangan untuk membebaskan para relawan yang disebut ditangkap saat menjalankan misi kemanusiaan.
Adik Herman, Diah Puspasari (48), warga Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, mengaku hanya bisa terus berdoa sambil menunggu kabar keselamatan sang kakak.
“Harapan kita doa dari semuanya, orang Indonesia ataupun teman-teman yang sudah mengetahui berita ini, untuk keselamatan kakak saya dan teman-temannya,” kata Diah.
Lanjutnyq Diah menambahkan bahwa Ia juga meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan.
“Kepada pemerintah untuk segera bertindak bagaimana membebaskan para tawanan dari Indonesia. Karena katanya jika tertangkap akan disiksa,” terangnya.
Menurut Diah, keberangkatan Herman ke Palestina murni dilandasi alasan kemanusiaan. Herman diketahui telah beberapa kali mengikuti misi kemanusiaan ke wilayah konflik Palestina.
“Ini sudah dua atau tiga kali ke Palestina. Mereka berangkat karena ingin mengingatkan bahwa Palestina ini belum merdeka,” ungkapnya.
Masih menurut Diah bahwa keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Herman sekitar 19 hingga 20 April 2026. Saat itu, pihak keluarga belum mengetahui bahwa Herman ikut dalam rombongan pelayaran kemanusiaan dari Turki menuju Gaza.
“Dia cuma pamit di grup keluarga saja. Karena memang beliau sering ke luar negeri, jadi kami menganggap biasa,” pungkasnya.
Seperti diketahui ada 9 relawan dan jurnalis asal Indonesia dilaporkan ditangkap militer Israel saat berada di perairan internasional untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Palestina
Editor : Putra