get app
inews
Aa Text
Read Next : Truk Ekspedisi vs Pikap Bermuatan Batu Bata Tabrakan di Jalur Ponorogo-Trenggalek

Kompetisi Super Copa 100 Tahun Gontor Dibuka Pertandingan Timnas All Star

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:37 WIB
header img
Pertandingan antara Gontor FC melawan Timnas All Star membuka kompetisi Super Copa 100 Tahun Gontor foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kompetisi sepak bola Super Copa 100 Tahun Gontor resmi dibuka. Didalam pembukaan digelar pertandingan antara Gontor FC melawan Timnas All Star. Kompetisi ini Tak hanya melibatkan tim dari lingkungan pondok pesantren, namun juga diikuti 16 klub dari berbagai daerah dan latar belakang, termasuk klub profesional profesional.

Keikutsertaan klub eksternal diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas jaringan pembinaan olahraga bagi para santri.

“Untuk Super Copa sendiri ada 16 klub. Tidak semuanya dari pondok pesantren, ada juga klub-klub profesional,” kata Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi.

Pertandingan yang digelar di Stadion Darussalam Gontor ini, merupakan bagian dari Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ada berbagai pemain yang mengikuti pertandingan pembukaan Super Copa ini. Diantaranya Ferdinan Sinaga, Selvio Eskobar, Basile Enembele, dan beberapa pemain populer lainnya.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh para pemain Gontor FC hingga akhirnya dapat menjebol gawang Timnas All Star dan kedudukan menjadi 1-0.

Kompetisi ini bagian dari menunjukan bahwa olahraga memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan Gontor karena mampu membentuk karakter disiplin, sportivitas, kerja sama tim, hingga kepemimpinan, selain pendidikan keagamaan.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang mendidik anak-anak. Kalau memang ada santri dari Gontor mempunyai kemampuan yang luar biasa, bisa menjadi pemain nasional,” terangnya.

Masih menurut Hamid Fahmy, sepak bola di lingkungan pesantren bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan sarana pendidikan yang terintegrasi dengan pembinaan mental dan spiritual santri.

Meski orientasi utama pendidikan di Gontor adalah mencetak kader umat dan pemimpin masyarakat, pondok tetap membuka ruang bagi santri yang memiliki bakat di bidang olahraga untuk berkembang hingga level profesional.

“Di Gontor itu ada sekitar 10 klub sepakbola. Jadi kalau ada santri Gontor yang mau jadi pemain sepak bola, tidak ada masalah,” ungkapnya.

Lanjutnya Hamid Fahmy menambahkan bahwa sejumlah alumni Gontor telah membuktikan bahwa pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan karier di bidang olahraga. Salah satu adalah alumni yang pernah berkarier sebagai pemain basket profesional dan kini melatih sejumlah sekolah di Jakarta.

“Sambil melatih anak-anak, juga berdakwah. Anak-anak olahraga, habis itu salat dan sebagainya. Ini salah satu pintu dakwah,” pungkasnya.

Melalui Super Copa 100 Tahun Gontor, PMDG ingin menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu agama dan akademik, tetapi juga mendukung pengembangan potensi santri di bidang olahraga.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut