get app
inews
Aa Text
Read Next : Kalahkan Muria Jaya FC, Tim Bader FC Juara Super Copa 100 Gontor

Ribuan Umat Hadiri Tablig Akbar 100 Tahun Pondok Gontor Ponorogo, Ada UAS dan Ustaz Das'ad

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:45 WIB
header img
Sejumlah tokoh dan pendakwah hadir dalam Tablig Akbar 100 Pondok Gontor Ponorogo. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Sejumlah pendakwah hadir dalam Tabligh Akbar diantaranya Al-Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Al-Ustadz Das’ad Latif, Al-Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, dan Al-Ustadz Luqmanulhakim.

Ribuan santri dan juga alumni serta wali santri hingga masyarakat menyaksikan Tabligh Akbar di Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, ada juga beberpa tokoh, seperti Alwi Caff, dan Muqadam El-Corona ikut hadir.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa peringatan satu abad Gontor bukanlah ajang perayaan semata, melainkan momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pondok yang telah melahirkan banyak kader umat dan bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai yang telah ditanamkan para pendiri pondok harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas.

"100 tahun bukan perayaan, tetapi memperingati dan mengingat perjalanan suka duka yang telah dilalui. Kita harus bersyukur dan tidak melupakan apa yang telah diwariskan para pendiri," kata KH Hasan Abdullah Sahal.

Lanjutnya, KH Hasan menambahkan, seluruh keluarga besar Gontor memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan dan menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi pondok selama ini.

"Nilai-nilai itu harus terus ditegakkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar mereka mampu membawa Gontor menuju masa depan yang lebih baik," terangnya.

Sementara itu Ustadz Das’ad Latif menyampaikan apresiasinya terhadap eksistensi Gontor yang dinilai mampu diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satu kekuatan utama Gontor adalah kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan Islam modern.

"Kesan saya, Gontor diterima di mana-mana," ungkap Das’ad Latif.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menilai Pondok Modern Darussalam Gontor telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang berhasil mencetak banyak tokoh dan pribadi berkualitas yang tersebar di berbagai sektor.

Menurut UAS, jika seseorang yang baik layak didoakan agar diperbanyak oleh Allah SWT, maka lembaga yang secara konsisten melahirkan orang-orang baik tentu lebih layak lagi untuk terus berkembang.

"Kalau bertemu orang baik, kita berdoa semoga Allah memperbanyak orang seperti dia. Maka tempat yang mencetak orang-orang baik juga layak untuk terus diperbanyak," jelas UAS.

Ia menilai sistem pendidikan Gontor memiliki keunggulan karena membentuk santri secara menyeluruh, mulai dari penguasaan bahasa Arab dan Inggris, penguatan akidah, kemampuan membaca kitab, hingga kepemimpinan dan organisasi.

"Pendidikan bahasa Arab, bahasa Inggris, akidah, kemampuan membaca kitab, leadership, organisasi, semuanya ada. Hasilnya bisa dilihat sendiri dari para alumninya," pungkasnya.

Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Selama satu abad perjalanan, Gontor telah melahirkan ribuan alumni yang berkiprah sebagai ulama, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga pemimpin di berbagai bidang. Komitmen menjaga nilai keislaman, kemandirian, dan kepemimpinan menjadi fondasi yang terus dipertahankan dalam menghadapi tantangan zaman.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut