Beri Buket, PMII Unjuk Rasa di Kejari Ponorogo, Tuntut Penanganan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo.
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo.
Peserta aksi juga membawa sejumlah banner berisi tuntutan kepada aparat penegak hukum. Mereka meminta Kejari Ponorogo mengusut perkara tersebut secara tuntas, transparan, dan bebas dari intervensi.
Didalam aksinya, para mahasiswa ditemui oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo I Komang Ugra Jagiwirata, serta Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Ivan Yoko.
Selain menyampaikan tuntutan, PMII Ponorogo menyerahkan sebuah buket unik kepada Kejari Ponorogo, yang berisi cotton bud, obat tetes mata, Bayclin atau pemutih, dan Betadine.
“Setiap barang yang terdapat dalam buket tersebut memiliki pesan simbolis,” kata Ketua PC PMII Ponorogo, Ulil Arzaq Ahmadi.
Lanjutnya, Ul menambahkan barang didalam buket seperti Cotton bud, kata Ulil, menjadi simbol agar aparat penegak hukum mau mendengar aspirasi, keresahan, serta kekecewaan masyarakat dan mahasiswa.
Sementara obat tetes mata dimaknai sebagai simbol agar proses penyidikan dilakukan secara jernih.
Adapun Bayclin atau pemutih menjadi simbol untuk membersihkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sedangkan Betadine atau obat luka dimaknai sebagai simbol untuk mengobati luka akibat kekecewaan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan kewenangan.
Editor : Putra