get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Idul Adha, Kebutuhan Juleha di Ponorogo Masih Tinggi

Tradisi Jelang 1 Suro, Plt Bupati Bersama Warga Ziarah Makam Pendiri Ponorogo

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:10 WIB
header img
Warga dan pejabat Pemkab Ponorogo melakukan ziarah dan doa bersama di makam pendiri Ponorogo. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Jelang 1 Suro ada sebuah tradisi yang selalu dilakukan yaitu ziarah ke makam ke pendiri Ponorogo, tokoh agama, hingga pemimpin yang berjasa dalam sejarah, seperti halnya yanh dilakukan okeh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita bersama sejumlah pejabat serta warga dan budayawan.

Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur serta dimaknai sebagai upaya menjaga nilai sejarah dan mengenang jasa para tokoh yang telah membangun Ponorogo.

Mengenakan pakaian adat, terlihat suasana khidmat saat melakukan doa bersama di sejumlah kompleks makam tokoh bersejarah Ponorogo.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, yang merupakan pendiri sekaligus bupati pertama Ponorogo.

Selain di makam Batoro Katong, juga berziarah ke makam Ki Ageng Mirah dan Patih Seloaji yang berada di kawasan atau komplek yang sama.

“Ini adalah tradisi kami. Setiap menjelang 1 Suro atau Tahun Baru Jawa maupun Islam, kami melakukan ziarah ke makam pendiri Kabupaten Ponorogo dan para bupati Ponorogo yang telah wafat,” kata Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.

Menurut Lisdyarita, kegiatan tersebut memiliki makna penting sekaligus pembelajaran sejarah bagi generasi muda agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu yang telah membangun daerah.

“Harapannya masyarakat tetap ingat siapa pendiri Ponorogo dan siapa saja tokoh-tokoh yang berjasa bagi Ponorogo,” terangnya.

Setelah dari Makam Batoro Katong, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KRMA Mertonegoro di Desa Tajug, Kecamatan Siman. Tokoh tersebut tercatat sebagai Bupati Ponorogo ke-13 yang dikenal menggagas perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama menuju Kota Tengah.

Rombongan kemudian berziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, yang dikenal sebagai ulama besar sekaligus pendiri salh satu pesantren tertua di Indonesia yaitu Tegalsari.

Perjalanan ziarah berlanjut ke makam KRMA Tjokronegoro yang berada di kawasan barat Masjid Agung Ponorogo, kemudian menuju Astana Srandil di Desa Srandil, Kecamatan Jambon, tempat dimakamkannya RM Mertokusumo yang pernah menjabat sebagai Patih Kabupaten Polorejo.

Sebagai penutup, rombongan melakukan penghormatan dan doa bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo.

Tradisi ziarah makam menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Grebeg Suro 2026 yang setiap tahun digelar di Ponorogo. Selain sarat nilai budaya dan spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah saat ini tidak lepas dari perjuangan para tokoh terdahulu.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut