Mendiktisaintek Brian Minta Hasil Riset Mahasiswa Jadi Solusi Masalah Masyarakat
PONOROGO, iNewsPonorogo.id -Hasil riset maupun penelitian yang dihasilkan okeh mahasiswa tidak berhenti sebagai karya ilmiah semata, tetapi mampu berdampak nyata bagi masyarakat serta bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada.
Sebuah karya ilmiah, mulai dari skripsi, tesis, hingga disertasi, memiliki orientasi terhadap penyelesaian masalah di tingkat daerah maupun nasional.
"Kalau bisa dihubungkan dengan permasalahan bangsa, baik di Ponorogo, Jawa Timur maupun skala Nasional. Sehingga karya-karya ilmiah bisa menjadi solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat melakukan kunjungan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.
Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi. Karena itu, hasil penelitian tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi, sosial, maupun teknologi.
“Seluruh penelitian yang dilakukan mahasiswa maupun dosen, terlebih di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bisa diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan riil yang dihadapi masyarakat,” terangnya.
Masih menurut Brian bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor selama ini telah dikenal sebagai lembaga pendidikan yang berhasil melahirkan lulusan berintegritas, memiliki karakter kuat, serta menguasai kemampuan yang kuar biasa. Modal tersebut harus terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan bangsa.
"Harapannya kader-kader Pondok Modern Gontor semakin banyak mengisi lembaga-lembaga strategis di negara ini sehingga kekuatan integritas itu bisa mewarnai berbagai kebijakan," ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan bahwa perkembangan UNIDA yang kini memiliki 6.577 mahasiswa, termasuk 29 mahasiswa internasional. Memiliki sembilan fakultas dengan 28 program studi. Sejak memperoleh Akreditasi Unggul pada 2023, kini berhasil membuka Fakultas Kedokteran yang kini telah tahun kedua.
"Alhamdulillah tahun ini Fakultas Kedokteran sudah memasuki tahun kedua menerima mahasiswa," jelas Hamid dalam acara rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor
Presiden UNIDA Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa filosofi pendidikan Gontor tidak diarahkan untuk mencetak lulusan yang hanya mengejar kepentingan pribadi. Proses pendidikan dibangun agar para santri memiliki semangat pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami tidak mendidik anak-anak menjadi egois, materialistis atau hedonis. Kami mendidik mereka agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat," pungkasnya.
Editor : Putra