Adi Hidayat Ungkap Hal Ini di 100 Tahun Pondok Gontor Ponorogo
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ribuan mahasiswa, santri, serta masyarakat dari berbagai daerah memadati lapangan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, guna mengikuti Tabligh Akbar 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang menghadirkan Dr. KH. Adi Hidayat, Lc., M.A.
Kegiatan tersebut sekaligus didalam memperingati Milad ke-63 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi momentum untuk semakin memperkuat keilmuan, adab, serta pengabdian kepada masyarakat.
"Malam ini adalah syiar. Kalau sebelumnya ada hidangan untuk kebutuhan jasmani, malam ini adalah hidangan untuk hati dan jiwa kita," kata Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi.
Sementara itu, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa usia 100 tahun bukan sekadar momentum mengenang perjalanan panjang Pondok Modern Darussalam Gontor. Menurutnya, ini menjadi titik awal lahirnya berbagai gagasan, inovasi, dan pembaruan yang dibutuhkan umat Islam.
Setiap pergantian satu abad akan hadir sosok pembaru agama (mujaddid). Hadis tersebut, menurutnya, menjadi inspirasi agar Gontor terus melahirkan generasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian.
"100 tahun Gontor, 100 tahun Darussalam, bukan sekadar pencapaian yang harus disyukuri, bukan sekadar hadiah yang harus dinikmati. Di 100 tahun itu adalah pijakan dari hadis Nabi untuk menyusun kebaruan-kebaruan yang dibutuhkan di era kini," terang Adi Hidayat.
Pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak para pembaru yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, nilai-nilai pendidikan yang selama ini dibangun Pondok Modern Darussalam Gontor harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan dunia.
Adi Hidayat juga membagikan pengalamannya saat menjadi pembicara dalam forum ulama internasional di Malaysia bersama mantan Mufti Mesir, Syekh Ali Jum'ah.
Pembahasan mengenai Imam An-Nawawi menunjukkan bagaimana sebuah daerah dapat dikenal dunia karena keberkahan ilmu yang lahir darinya. Hal serupa, menurutnya, kini terjadi di Ponorogo melalui Pondok Modern Darussalam Gontor.
"Hari ini, setelah 100 tahun berdirinya, ada pondok namanya Darussalam. Tapi yang dikenal masyarakat bukan hanya nama pesantrennya, melainkan Gontor, Ponorogo. Itu menunjukkan bagaimana sebuah tempat bisa dikenal karena amal dan ilmu yang lahir darinya," pungkasnya.
Dengan memasuki usia satu abad, Pondok Modern Darussalam Gontor diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Putra