Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tokoh Muslim Amerika dan Dubai Terkejut Lihat Festival Kaligrafi Internasional Gontor
Advertisement . Scroll to see content

Mencicipi Aneka Masakan Warung Legendaris Mbok Mi Ponorogo, Dimasak Pakai Kayu Bakar

Minggu, 26 Juli 2026 | 10:21 WIB
  • author Putra
Mencicipi Aneka Masakan Warung Legendaris Mbok Mi Ponorogo, Dimasak Pakai Kayu Bakar
Warung Mbok Mi Ponorogo punya beragam menu tradisional yang dimasak pakai kayu bakar (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kabupaten Ponorogo, memang tak hanya dikenal sebagai Kota Reog. Namun juga menyimpan berbagai wisata kuliner legendaris, salah satunya ayam goreng Warung Mbok Mi yang ada di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan.

Warung makan sederhana yang berada di gang kecil, ini sudah sangat dikenal menjadi salah satu warung dengan masakannya yang punya cita rasa khas pedesaan. Hal ini karena hingga kini proses memasaknya masih menggunakan kayu bakar.

Nuansa pedesaan yang masih sangat kental menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung seolah diajak kembali ke suasana rumah nenek di kampung, lengkap dengan dapur tradisional yang masih menyatu dengan ruang makan.

Tidak jarang pelanggan justru berasal dari luar Kabupaten Ponorogo. Mereka sengaja menyempatkan diri untuk menikmati sajian ayam kampung yang dimasak dengan resep turun-temurun.

Warung Mbok Mi menawarkan menu sederhana khas rumahan. Seporsi nasi hangat disajikan bersama ayam goreng kampung, dengan aneka sayur, ditambah sambal bawang yang dibuat dadakan, jelas menggugah selera. Disamping itu juga tersedia minuman tradisional seperti sinom.

"Kalau ke Ponorogo wajib mampir ke sini. Rasanya khas sekali, mungkin karena dimasak menggunakan kayu bakar. Saya paling suka sayur tempe, sambalnya, ayam kampungnya, sampai dengan minuman sinomnya," kata Salah seorang pelanggan asal Surabaya, Nana Suryo Sudarmadi.

Menurut Nana, sensasi makan di Warung Mbok Mi bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman menikmati makanan tradisional yang kini mulai sulit dijumpai.

“Suasana makan seperti ini sudah sangat jarang ditemukan di kota besar,” tambahnya.

Pemilik Warung Mbok Mi, Mbah Parmi, mengatakan sejak membuka usaha pada 2005 dirinya tidak pernah mengubah cara memasak maupun bahan baku yang digunakan.

Editor: Putra

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut