Warga Desa Karang Patihan Ponorogo Kesulitan Air Bersih, Cuma Andalkan Bantuan
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Puluhan kepala keluarga di Dusun Dungus, Desa Karang Patihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan bertambah parah dalam beberapa hari terakhir.
Selain sumur warga yang mulai surut hingga mengering, aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang selama ini menjadi salah satu sumber air bersih juga alirannya semakin kecil, bahkan sering tidak mengalir.
Hal ini membuat warga mulai menyiapkan sejumlah wadah penampungan air. Wadah tersebut dipersiapkan untuk menampung bantuan air bersih apabila pemerintah maupun pihak lain melakukan distribusi air bersih ke wilayah tersebut.

Soirah (65), warga setempat, mengatakan kesulitan air bersih mulai dirasakan sekitar satu bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum dan memasak, harus membeli air dalam kemasan galon.
Sementara untuk kebutuhan air dalam jumlah banyak, warga terpaksa meminta kepada tetangga atau mengambil air dari desa sebelah yang berjarak sekitar satu kilometer.
“Ini sudah sekitar satu bulan kesulitan air. Awalnya PDAM masih mengalir, tapi sekarang sudah tidak ada. Kalau untuk mandi dan memasak terpaksa beli air galon. Kalau butuh air lebih banyak, biasanya minta ke tetangga atau mengambil air ke desa sebelah,” kata Soirah.
Menurutnya, kondisi sumur warga juga semakin mengkhawatirkan. Warga kini berharap segera ada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang kami menunggu bantuan air karena sumur juga sudah mulai habis,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Rida Asmawati (45) mengatakan sebelumnya air PDAM masih mengalir sekitar dua hari sekali. Namun, debit air semakin lama semakin kecil hingga akhirnya tidak mengalir sama sekali.
“Awalnya PDAM masih mengalir dua hari sekali, tapi lama-lama semakin kecil. Tiga hari terakhir ini sudah tidak mengalir sama sekali,” ungkap Rida.
Menurut Rida, warga memilih membeli air galon untuk kebutuhan minum. Sementara untuk mandi, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah tetangga yang masih memiliki persediaan air.
“Sumur sebenarnya masih ada airnya, tapi kondisinya kotor dan kami takut kalau dipakai malah membuat gatal. Untuk minum kami beli air galon, sedangkan kalau mandi kadang harus numpang ke rumah tetangga,” terangnya.
Rida berharap pemerintah segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus memastikan distribusi air PDAM kembali normal.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu dan PDAM kembali mengalir dengan lancar,” pungkasnya.
Di Dusun Dungus, Desa Karang Patihan sedikitnya terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak kekurangan air bersih.
Sejumlah sumur di sekitar permukiman mulai mengering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Editor: Putra