get app
inews
Aa Text
Read Next : Kekeringan, Polisi Droping Air Bersih ke Warga Desa Karang Patihan Ponorogo

Kenang Sejarah, Warga Desa Ngindeng Ponorogo Gelar Upacara Kemerdekaan di Sungai

Senin, 17 Agustus 2026 | 13:56 WIB
header img
Warga Desa Ngindeng Ponorogo gelar upacara bendera HUT RI Ke-81 di aliran sungai dekat rumah singgah Panglima Jenderal Sudirman (Foto: Istimewa).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Setiap hari kemerdekaan Republik Indonesia selalu diperingati dengan upacara bendera. Tidak hanya oleh pemerintah daerah, upacara juga digelar oleh warga masyarakat. Seperti hal warga dan pemerintah Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

Ada yang berbeda upacara bendera yang digelar oleh warga di sekitar Waduk Bendo ini, yaitu di lapangan atau halaman kantor pemerintahan, namun justru memilih lokasi di tengah aliran sungai.

Derasnya aliran air, hingga medan yang licin tidak menyurutkan semangat para peserta upacara, terlebih petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka).

Para anggota Paskibraka harus menjalani latihan selama dua hari untuk beradaptasi dengan kondisi medan sungai sebelum menjalankan tugas mengibarkan bendera.

Salah seorang pengibar bendera, Valen Yulanda Anindita, mengaku lega karena berhasil menjalankan tugas.

“Alhamdulillah bisa melewatinya. Walaupun medannya licin,” katanya.

Lanjutnya Valen menambahkan bahwa, tugas tersebut merupakan pengalaman pertamanya sebagai petugas pengibar bendera. Terlebih, untuk pertama kalinya ia harus menjalankan tugas di tengah aliran sungai dengan kondisi medan yang tidak rata.

“Kalau takut sih ada, karena medannya di aliran sungai, terus enggak rata. Jadi harus ekstra hati-hati. Licin gitu, ya,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Desa Ngindeng, Bima Sakti Saputra, mengatakan pelaksanaan upacara di tengah sungai sengaja dipilih karena lokasi tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.

Menurut Bima, jembatan yang berada di lokasi tersebut telah berusia bertahun - tahun dan rencananya akan dibongkar serta diganti dengan jembatan baru pada 2027.

Karena itu, Pemerintah Desa Ngindeng ingin mengabadikan momen sebelum jembatan lama tersebut hilang.

“Kenapa kita mengambil upacara yang ada di sungai, sebagai kenangan-kenangan, karena jembatan yang sudah puluhan tahun ini akan dibongkar, diganti dengan jembatan yang baru,” jelas Bima.

Menurut dia, lokasi ini juga merupakan daerah yang punya sejarah. Dimana ada jejak perjuangan Panglima Jenderal Sudirman. Bahkan tidak jauh dari rumah singgah sang jenderal perang kemerdekaan tersebut.

“Ini sejarah dari Panglima Jenderal Soedirman. Maka dari itu, karena ada nilai historikal. Lokasi ini juga tidak jauh dari rumah singgah Panglima Jenderal Sudirman,” pungkasnya.

Selain memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan mengabadikan sejarah, pelaksanaan upacara di sungai juga menjadi pesan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya keberadaan sungai di Desa Ngindeng tetap terjaga, terutama kebersihan dan kelestarian alamnya.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut