Kekosongan Jabatan, Puluhan ASN Ikuti Seleksi Kepala OPD Pemkab Ponorogo
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Banyaknya kekosongan jabatan di Organisasi Perangkat Daerah membuat Pemkab Ponorogo membuka seleksi. Ada sebanyak 39 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Seluruh peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi di Gedung Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada 19-20 Agustus 2026.
Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) JPTP yang juga Plt Kepala BKPSDM Ponorogo, Harjono, mengatakan tahapan seleksi akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Setelah ini rangkaiannya tanggal 19-20 Agustus mereka mengikuti tes asesmen di BKD Provinsi Jawa Timur,” katanya.
Total 39 pelamar, jumlah peserta terbanyak terdapat dalam seleksi untuk posisi di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan 10 pelamar.
Berikutnya, posisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) diikuti delapan pelamar. Kemudian Direktur RSUD dr. Harjono sebanyak tujuh pelamar.
Sementara itu, posisi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)diikuti lima pelamar dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) juga lima pelamar.
Adapun posisi Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) diikuti empat pelamar.
Adapun Uji kompetensi di BKD Provinsi Jawa Timur akan dilaksanakan dalam dua kelompok tahapan. Peserta akan menjalani tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara dengan tenaga profesional atau ahli yang ditunjuk.
Dalam proses asesmen tersebut, BKD Provinsi Jawa Timur dapat melibatkan tenaga ahli dari perguruan tinggi maupun widyaiswara.
“Tapi itu ranahnya BKD Jatim untuk menunjuk perguruan tinggi mana,” terangnya.
Setelah tahapan uji kompetensi selesai, peserta akan melanjutkan ke seleksi kompetensi bidang pada 2-4 September 2026.
Pada tahapan tersebut, peserta akan mempresentasikan makalah dan mengikuti wawancara bersama Pansel JPTP Kabupaten Ponorogo.
Pansel JPTP Ponorogo terdiri atas tujuh orang yang berasal dari unsur pemerintah daerah, akademisi, profesional, dan mantan birokrat.
Mereka antara lain Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Dr. Evi Mua'afiah, akademisi UNIDA Gontor Ponorogo Prof. Dr. M. Fajar Pramono, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo Dr. Rido Kurnianto, Kepala BKD Jawa Timur Indah Wahyuni, serta Luhur Karsanto, mantan birokrat Ponorogo.
Harjono menegaskan seluruh rangkaian seleksi JPTP Ponorogo tidak menerapkan sistem gugur di setiap tahapan. Nilai dari uji kompetensi dan seleksi kompetensi bidang akan diakumulasi untuk menentukan tiga peserta terbaik pada masing-masing jabatan yang dilamar.
“Jadi tidak ada sistem gugur. Semua mulai tes asesmen, tes kompetensi bidang, akan kita akumulasi. Kita ambil tiga besar di masing-masing jabatan OPD yang mereka lamar,” ungkapnya.
Tiga peserta terbaik dari masing-masing jabatan selanjutnya akan disampaikan kepada Plt Bupati Ponorogo.
Penentuan satu nama yang nantinya menduduki jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kewenangan Plt Bupati Ponorogo.
Harjono memastikan seluruh proses seleksi JPTP Ponorogo berjalan sesuai jadwal dan tidak membutuhkan perpanjangan waktu.
“Prosesnya ini alhamdulillah on schedule, tidak ada perpanjangan sehingga sesuai dengan jadwal yang kita tentukan,” pungkasnya.
Editor : Putra