Kangen Jajanan Pasar, Cobain Resep Kue Cucur Gula Merah yang Mudah Buat Pemula
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kue cucur gula merah menjadi salah satu jajanan pasar tradisional yang masih banyak dicari hingga sekarang. Rasanya yang manis legit dengan tekstur khas membuat kue ini tetap digemari, sebagai camilan teman minum teh dan kopi.
Ciri khas kue cucur terletak pada teksturnya. Bagian pinggir biasanya lebih tipis dengan sedikit rasa renyah, sementara bagian tengahnya lebih tebal dan empuk.
Keberhasilan membuat cucur bukan hanya ditentukan oleh campuran tepung dan gula merah. Konsistensi adonan, waktu istirahat, hingga teknik menggoreng menjadi beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kue cucur bisa berserat dan matang sempurna.
Masukkan air, gula merah yang sudah disisir, gula pasir, daun pandan, dan garam ke dalam panci.
Masak menggunakan api sedang sambil terus diaduk hingga gula benar-benar larut. Setelah mendidih, matikan api.
Saring larutan gula untuk memisahkan kotoran dari gula merah maupun sisa daun pandan. Setelah itu, diamkan hingga larutan menjadi hangat.
Jangan langsung mencampurkan larutan gula yang masih sangat panas dengan tepung karena suhu tinggi dapat memengaruhi tekstur adonan.
Siapkan wadah berukuran cukup besar. Masukkan tepung beras dan tepung terigu.
Aduk kedua jenis tepung hingga tercampur rata. Jika terdapat tepung yang menggumpal, sebaiknya ayak terlebih dahulu agar adonan lebih halus.
Masukkan larutan gula merah yang sudah hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung.
Aduk menggunakan whisk atau sendok kayu hingga adonan mulai menyatu.
Hindari menuangkan seluruh larutan gula sekaligus. Penambahan secara bertahap akan memudahkan dalam mengontrol kekentalan adonan.
Aduk adonan dengan gerakan memutar sampai teksturnya licin dan tidak ada lagi gumpalan tepung.
Jika menggunakan mixer, adonan dapat dikocok selama beberapa menit dengan kecepatan rendah hingga sedang. Pengocokan sekitar lima menit dapat membantu menyiapkan tekstur adonan sebelum diistirahatkan.
Adonan kue cucur sebaiknya tidak terlalu kental. Teksturnya cenderung lebih cair dibandingkan adonan gorengan seperti bakwan.
Tutup wadah menggunakan kain bersih atau penutup. Diamkan adonan selama sekitar 1–2 jam.
Tahap ini penting untuk membantu menghasilkan tekstur kue cucur yang lebih berserat.
Setelah waktu istirahat selesai, aduk adonan sebentar agar kembali tercampur rata sebelum digoreng.
Gunakan wajan cekung dan tuangkan minyak secukupnya. Panaskan minyak terlebih dahulu, kemudian gunakan api sedang cenderung kecil.
Hindari menggunakan api besar. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar kue cepat matang, sementara bagian tengahnya belum matang sempurna.
Ambil sekitar satu sendok sayur adonan, kemudian tuangkan tepat di tengah wajan.
Biarkan adonan menyebar. Setelah bagian pinggir mulai matang dan membentuk serat, siram bagian tengah kue menggunakan minyak panas dengan bantuan sendok atau spatula.
Teknik menyiram bagian tengah dengan minyak panas ini membantu bagian tengah cucur mengembang dan matang.
Kue cucur tidak perlu terlalu sering dibalik. Setelah bagian tengah matang dan permukaannya tidak lagi terlihat basah, angkat kue dari wajan.
Editor: Putra