Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sejumlah Wilayah di Ponorogo Sudah Diguyur Hujan, BPBD Ungkap Hal Ini
Advertisement . Scroll to see content

7 Cara Membersihkan Helm Tanpa Membuat Busa Cepat Bau

Rabu, 07 Oktober 2026 | 06:43 WIB
  • author Dinar Putra
7 Cara Membersihkan Helm Tanpa Membuat Busa Cepat Bau
Berbagai cara membersihkan helm agar tidak bau foto: ilustrasi/istimewa

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Helm yang basah setelah terkena hujan sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam tas atau lemari. Air yang masih tertinggal pada busa dan bagian dalam helm dapat membuat kondisinya lembap hingga memicu munculnya bau tidak sedap.

Mengeringkan helm juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Paparan panas berlebihan dapat memengaruhi material tertentu pada helm, terutama jika dilakukan terlalu lama.

Helm yang kehujanan sebaiknya dikeringkan secara bertahap dengan mengutamakan sirkulasi udara. Cara ini membantu mengurangi kelembapan tanpa memberikan panas berlebihan pada material helm.

Lantas, bagaimana cara mengeringkan helm basah agar tidak bau dan tetap nyaman digunakan?

Lepaskan Padding yang Bisa Dilepas

Langkah pertama adalah melepas bagian helm yang memang dirancang untuk dibongkar, seperti padding pipi, bantalan kepala, atau pelapis bagian dalam.

Jangan memaksa melepas komponen yang tidak dirancang untuk dibongkar karena dapat merusak pengait maupun bagian helm lainnya.

Padding dilepas, udara akan lebih mudah menjangkau permukaan busa yang basah. Air yang terserap di sela-sela padding juga dapat lebih cepat keluar.

Jika padding hanya dalam kondisi lembap, gunakan handuk kering untuk menyerap air. Tekan perlahan dan hindari memelintir atau meremas busa terlalu keras karena dapat mengubah bentuknya.

Serap Air Berlebih Menggunakan Handuk

Helm yang baru terkena hujan biasanya masih menyimpan banyak air, baik pada bagian luar maupun dalam.

Sebelum diangin-anginkan, gunakan kain atau handuk bersih untuk menyerap air berlebih. Hindari menggosok bagian busa secara kasar.

Cukup tempelkan handuk pada bagian yang basah, kemudian tekan perlahan agar air berpindah ke kain. Ulangi menggunakan bagian handuk yang masih kering hingga air berlebih berkurang.

Cara tersebut dapat mempercepat proses pengeringan karena kelembapan yang harus diuapkan oleh aliran udara menjadi lebih sedikit.

Angin-anginkan Helm di Tempat Teduh

Setelah air berlebih diserap, letakkan helm di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Posisikan helm dalam keadaan terbuka agar udara dapat masuk ke bagian dalam. Jika padding sudah dilepas, letakkan secara terpisah agar seluruh permukaannya mendapatkan aliran udara.

Hindari langsung memasukkan helm ke dalam tas atau menutupnya dengan kain. Kondisi tertutup justru dapat membuat kelembapan terperangkap dan memperlambat proses pengeringan.

Area dekat jendela atau teras yang terlindung dari hujan bisa menjadi pilihan, selama tempat tersebut bersih dan tidak lembap.

Gunakan Kipas Angin

Jika ingin mempercepat proses pengeringan, kipas angin dapat digunakan untuk membantu meningkatkan sirkulasi udara.

Letakkan helm dalam posisi terbuka dan arahkan aliran kipas dari jarak yang cukup. Tidak perlu menggunakan sumber panas tambahan.

Padding yang telah dilepas juga sebaiknya dikeringkan secara terpisah. Sesekali ubah posisi helm dan padding agar bagian yang sebelumnya tertutup dapat terkena aliran udara.

Dengan cara tersebut, proses pengeringan bisa berlangsung lebih merata.

Manfaatkan Sinar Matahari Secukupnya

Sinar matahari dapat membantu mengurangi kelembapan, tetapi bukan berarti helm harus dijemur di bawah terik matahari dalam waktu lama.

Paparan panas yang terlalu tinggi berpotensi memengaruhi material tertentu pada helm. Karena itu, jika ingin memanfaatkan sinar matahari, pilih waktu ketika intensitasnya tidak terlalu menyengat dan lakukan dalam durasi yang wajar.

Fokus utama tetap menghilangkan kelembapan dari bagian dalam helm, bukan memberikan panas setinggi mungkin.

Setelah helm terasa kering, pindahkan kembali ke tempat teduh dan memiliki sirkulasi udara baik.

Jangan Menutupi Bau dengan Pewangi

Ketika helm mulai mengeluarkan bau tidak sedap, menyemprotkan parfum atau pewangi mungkin terlihat sebagai solusi cepat. Namun, pewangi tidak mengatasi sumber masalah apabila busa dan padding masih lembap.

Kelembapan yang terperangkap di bagian dalam helm dapat membuat bau semakin sulit dihilangkan. Aroma pewangi yang bercampur dengan bau lembap juga belum tentu membuat helm terasa lebih nyaman.

Karena itu, prioritaskan proses pengeringan terlebih dahulu. Setelah seluruh bagian dalam benar-benar kering, helm dapat dibersihkan sesuai petunjuk perawatan dari produsennya.

Untuk padding yang dapat dicuci, gunakan metode pencucian yang sesuai dengan materialnya.

Pastikan Helm Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan

Bagian luar helm yang sudah terlihat kering belum tentu menandakan bagian dalamnya juga sudah bebas dari kelembapan.

Busa dan padding dapat menyimpan air lebih lama, terutama pada bagian yang sulit terkena aliran udara.

Sebelum menyimpan helm, periksa bagian dalam dengan menyentuh padding dan area yang sulit mendapatkan sirkulasi udara. Pastikan tidak ada bagian yang masih terasa lembap atau dingin akibat menyimpan air. Jika masih terdapat kelembapan, lanjutkan proses pengeringan.

Setelah benar-benar kering, simpan helm di tempat yang memiliki ventilasi dan tidak lembap. Hindari memasukkannya ke dalam tas tertutup ketika kondisinya masih basah.

Pengeringan yang tepat, helm tidak hanya terhindar dari bau lembap, tetapi juga tetap lebih nyaman digunakan dan bagian dalamnya dapat terawat dengan baik.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut