Tidak Perlu Membeli, Begini Cara Membuat Aquascape Sederhana di Rumah
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Bagi yang Ingin mempunyai aquascape sendiri dirumah, karena dianggap bisa menghadirkan suasana alam di dalam ruangan, tidak perlu untuk buru-buru membelinya langsung. Dimana kamu bisa membuatnya sendiri.
Cara membuat aquascape sederhana tidak harus menggunakan peralatan mahal. Pemula bisa memulainya dengan akuarium berukuran kecil, pasir, batu, kayu apung, serta tanaman air yang mampu tumbuh tanpa tambahan injeksi karbon dioksida (CO2).
Akuarium: Pilih ukuran yang sesuai dengan ruang dan anggaran. Akuarium yang sedikit lebih besar terkadang justru lebih stabil kondisi airnya dibandingkan wadah yang sangat kecil.
Substrat atau pasir: Pasir silika atau substrat khusus tanaman air dapat digunakan sebagai dasar. Pilih sesuai kebutuhan tanaman yang akan ditanam.
Pupuk dasar: Dibutuhkan untuk tanaman yang memerlukan nutrisi dari akar. Gunakan sesuai petunjuk produk dan tutup dengan substrat agar tidak mudah terlepas ke air.
Hardscape: Batu alam dan kayu apung menjadi elemen utama untuk membentuk lanskap bawah air.
Tanaman air low-tech: Anubias, Java fern, dan Java moss termasuk pilihan populer untuk aquascape tanpa injeksi CO2.
Filter: Membantu menjaga sirkulasi air dan menyaring kotoran.
Lampu LED: Mendukung fotosintesis tanaman. Intensitas dan durasi pencahayaan perlu disesuaikan agar pertumbuhan alga tidak berlebihan.
Pinset dan gunting kecil: Memudahkan proses penanaman dan pemangkasan.
Air bersih: Gunakan air yang aman bagi ikan dan tanaman. Untuk air keran, pakai penetral klorin sesuai petunjuk produk jika diperlukan.
Tidak semua perlengkapan harus dibeli dalam kondisi baru. Batu atau kayu yang sudah dimiliki bisa dimanfaatkan selama aman untuk akuarium. Hindari batu, kayu, atau benda yang berpotensi melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan sabun atau deterjen untuk membersihkan perlengkapan akuarium.
Salah satu cara menghemat biaya membuat aquascape adalah memilih tanaman yang relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh tanpa injeksi CO2.
Setelah bahan tersedia, tentukan lokasi akuarium yang kokoh dan jauh dari sinar matahari langsung. Paparan matahari yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan alga.
Bilas akuarium menggunakan air bersih tanpa sabun atau deterjen. Pastikan tidak ada debu dan sisa kotoran yang menempel di kaca.
Letakkan akuarium pada permukaan yang rata dan mampu menopang beratnya setelah terisi air, pasir, batu, dan kayu.
Masukkan pasir atau substrat ke dasar akuarium. Buat bagian belakang sedikit lebih tinggi daripada bagian depan untuk memberikan kesan kedalaman.
Ketebalan substrat perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan bahan yang digunakan. Untuk tanaman berakar, pastikan tersedia ruang yang cukup bagi akar untuk tumbuh.
Jika menggunakan pupuk dasar, letakkan sesuai petunjuk produk lalu tutup dengan substrat. Hindari membiarkan pupuk terpapar langsung ke kolom air karena dapat meningkatkan risiko air menjadi keruh atau memicu pertumbuhan alga. Untuk tanaman yang ditempelkan pada batu dan kayu, pupuk dasar tidak selalu diperlukan.
Susun batu dan kayu apung untuk membentuk lanskap bawah air. Pilih satu batu atau potongan kayu sebagai titik fokus, lalu tambahkan elemen yang lebih kecil sebagai pendukung.
Hindari menata semua batu dengan ukuran dan jarak yang sama karena hasilnya bisa terlihat kaku. Pastikan batu dan kayu stabil serta tidak berisiko roboh ketika akuarium diisi air.
Masukkan sedikit air jika diperlukan untuk memudahkan proses penanaman. Gunakan pinset untuk menempatkan tanaman pada posisi yang diinginkan.
Tanaman berakar dapat ditanam di substrat, sedangkan Anubias dan Java fern lebih cocok ditempelkan pada batu atau kayu. Jangan mengubur rimpang kedua tanaman tersebut karena dapat membusuk.
Tuangkan air perlahan di atas piring kecil atau permukaan lain yang bersih untuk mengurangi risiko pasir berantakan dan tanaman tercabut.
Gunakan air yang sudah dipastikan aman bagi penghuni akuarium. Jangan mengisi hingga terlalu penuh; sisakan ruang secukupnya di bagian atas.
Nyalakan filter untuk menjaga sirkulasi air. Atur lampu LED dengan durasi awal sekitar 6 jam per hari, kemudian sesuaikan berdasarkan kondisi tanaman dan pertumbuhan alga.
Pencahayaan yang terlalu lama tidak selalu membuat tanaman tumbuh lebih baik. Sebaliknya, cahaya berlebihan dapat mempercepat pertumbuhan alga, terutama saat tanaman masih beradaptasi.
Setelah akuarium selesai ditata, jangan langsung memasukkan ikan. Berikan waktu bagi tanaman untuk beradaptasi dan sistem penyaringan biologis untuk berkembang.
Lama proses ini tidak selalu sama pada setiap akuarium. Pantau kualitas air menggunakan alat uji, terutama kadar amonia dan nitrit. Keduanya harus berada pada angka nol sebelum ikan dimasukkan.
Setelah siklus biologis akuarium terbentuk dan kualitas air sesuai, ikan dapat dimasukkan secara bertahap. Pilih jenis ikan yang cocok dengan ukuran akuarium, kondisi air, dan kebutuhan ruang geraknya.
Hindari memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus karena beban limbah yang meningkat dapat mengganggu kualitas air.
Editor: Putra