Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Resep Martabak Telur Mini, Camilan Praktis yang Mudah Dibuat dan Cocok Buat Arisan
Advertisement . Scroll to see content

Gegara Persoalan Pacar, Anak 13 Tahun di Ponorogo Diduga Dianiaya hingga Alami Trauma

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:23 WIB
  • author Dinar Putra
Gegara Persoalan Pacar, Anak 13 Tahun di Ponorogo Diduga Dianiaya hingga Alami Trauma
Seorang anak dibawah umur dianiaya oleh kelompok remaja foto Ilustrasi/istimewa

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di kawasan Stadion Batoro Katong, Kabupaten Ponorogo, tengah ditangani Satreskrim Polres Ponorogo. Kasus yang juga sempat viral di media sosial ini menimpa seorang anak berinisial ASA (13) warga Kecamatan Babadan dilaporkan mengalami luka hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Eko Nurhadi, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan korban maupun anak yang dilaporkan terlibat dalam kasus tersebut.

Pihak terlapor berinisial VK (17) warga Kecamatan Ponorogo ini diduga melakukan penganiayaan karena dipicu persoalan asmara, yang melibatkan seorang perempuan berinisial AL.

“Kita sudah minta keterangan terlapor juga korban. Kita melaksanakan pemeriksaan sesuai SOP,” kata Eko.

Lanjutnya Eko Nurhadi menyampaikan bahwa korban mengalami luka dan memar pada bagian wajah. Akibat kejadian tersebut, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Saat memukul itu pakai tangan kosong,” tambahnya.

Eko Nurhadi menegaskan, proses pemeriksaan tetap dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan hukum yang berlaku.

Mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berusia anak, kepolisian menyatakan penanganan perkara akan merujuk pada ketentuan perlindungan anak. Eko juga menyebut pendekatan restorative justice.

“Kita tetap merujuk ke restorative justice (RJ),” ungkapnya.

Sementara itu pendamping korban dari LBH Gema Justice, Endra, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang diterimanya, persoalan bermula ketika pacar korban mendapat pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Dimana belakangan diketahui diduga merupakan pelaku (VK).

Merasa terganggu, lantas kemudian menceritakan kepada korban hingga membuatnya mengingatkan agar terduga pelaku tidak mengganggu pacarnya.

Persoalan itu berlanjut hingga muncul permintaan untuk bertemu. VK kemudian mendatangi korban di sebuah pos kambing sebelum korban dibawa ke dekat area pemakaman di kawasan stadion Batoro Katong.

Masih menurut Endra menyebut, berdasarkan keterangan saksi terduga pelaku membawa korban bersama sekitar lima temannya. Hingga akhirnya korban mengalami pemukulan.

“Akibat pemukulan tersebut membuat korban sempat pingsan. Bahkan mengalami kejang-kejang dan muntah darah setelah kejadian,” terang Endra.

Paska kejadian korban mengalami ketakutan setelah dugaan penganiayaan tersebut. Hal ini terjadi saat korban melihat siaran langsung TikTok milik terduga pelaku.

“Korban sempat menghubungi ayahnya karena merasa takut usai melihat tayangan live TikTok milik pelaku. Ayah korban selanjutnya menghubungi saya untuk meminta bantuan pendampingan,” pungkasnya.

Pihak keluarga korban berharap kepolisian segera mengambil langkah agar korban memperoleh kepastian penanganan kasus ini.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut