Saat ini, ia tidak bekerja sendirian, namun dibantu anaknya, terlebih di proses pemasangan kulit sebagai bahan utama bedug, karena membutuhkan tenaga ekstra untuk menarik kulit agar kencang.
“Dibantu anak saya, untuk menarik kulit saat dipasang dibedug,” pungkasnya.
Bagi Mbah Pamujo memperbaiki bedug bukan sekedar profesi untuk mencari nafkah, tetapi bagian dari menjaga dan melestarikan alat tabuh tradisional.
Editor : Putra
Artikel Terkait
