PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pemuda di Kabupaten Ponorogo dilarikan ke RSUD dr Harjono setelah alami luka bakar akibat ledakan saat meracik petasan. Bahkan tulang jari tangan kiri korban patah akibat kerasnya ledakan.
Tim medis RSUD dr Harjono terus berupaya memberikan penanganan medis kepada remaja asal Desa Bekiring, Kecamatan Pulung yang belakangan diketahui bernama Saiful Anas.
Pemuda berusia 23 tahun ini alami luka bakar di kedua tangannya akibat terkena ledakan petasan yang ia racik bersama lima orang temannya. Bahkan tulang jari kirinya alami patah, diduga akibat kerasnya ledakan.
Meski dalam kondisi sadar, namun luka di kedua tangan korban cukup parah dan alami luka bakar hingga 8 persen.
Menurut informasi bahwa korban bersama lima orang temannya diduga tengah meracik petasan berbagai ukuran yang rencananya akan diledakan saat lebaran. Akan tetapi pada saat meracik, selongsong tiba-tiba petasan meledak.
“Keras mas ledakannya. Ada 6 anak tapi yang ngisi satu, lainnya cuman ngecor tempat selongsongnya. Buat lebaran nanti Sholat Ied, nggak untuk dijual,” kata Tukiman, ayah korban.
Hasil pemeriksaan tim medis, korban alami luka robek dan luka bakar yang lumayan parah. Bahkan rencananya korban akan dirujuk ke rumah sakit Solo, untuk penanganan lebih lanjut.
“Ada luka di bagian tangan kiri dan juga lengan tangan kanan, kalau untuk tangan kiri, juga kita temukan ada luka yang terbuka terus tangan kanan itu ada luka bakarnya. Tulangnya ada yang patah di bagian tangan kiri jempol tangan kiri, pungkas dr Amanda Tery, dokter IGD RSUD dr Harjono Ponorogo.
Saat kini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk mengamankan puluhan petasan siap ledak dengan berbagai ukuran.
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk berhenti membuat atau meracik petasan.
Editor : Putra
Artikel Terkait
