Popularitas adrem kembali meningkat setelah jajanan ini ramai diperbincangkan di media sosial dan hadir dalam berbagai festival kuliner tradisional.
Nama “tholpit” yang unik membuat banyak pengunjung penasaran. Dalam bahasa Jawa, istilah tersebut memiliki arti harfiah yang cukup vulgar, sehingga sering mengundang tawa.
Tolpit itu sudah ada sejak zaman dulu, bahkan sejak masa penjajahan Belanda. Dulu biasanya jadi camilan pendamping kopi.
Kur adrem memiliki cita rasa khas masyarakat Bantul yang identik dengan rasa manis dari gula jawa dan sedikit aroma gosong di bagian pinggir.
Keberadaan adrem kini semakin sulit ditemukan, bahkan di wilayah Yogyakarta sendiri. Kuliner ini umumnya hanya dijual di pasar tradisional tertentu di wilayah Bantul seperti Pasar Turi dan Pasar Pundong.
Meski begitu, peminatnya masih cukup banyak, mulai dari kalangan orang tua hingga anak muda yang ingin mencoba sensasi jajanan tradisional khas Yogyakarta.
Dengan cita rasa autentik dan cerita unik di balik namanya, kue adrem atau tholpit menjadi salah satu warisan kuliner tradisional Bantul yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Editor : Putra
Artikel Terkait
