Kesenian Mistis Tari Keling Asli Ponorogo, Hanya Bisa Dimainkan Warga Dusun Mojo

Putra
Tari Keling adal Dusun Mojo Ponorogo tetap dilestarikan hingga saat ini oleh warga desa setempat foto: iNewsPonorogo.id/Putra

Berbeda dengan kesenian lain yang bisa dipentaskan kapan saja, Tari Keling hanya dimainkan pada momentum tertentu yang dianggap sakral.

Salah satunya pada bulan Suro, Hari Raya Idulfitri, maupun kegiatan adat tertentu.

Setiap pementasan diawali dengan perjalanan menuju sumber mata air desa yang dikenal sebagai Kucur.

Dilokasi tersebut para penari melaksanakan tarian menetap atau iker sebelum melanjutkan arak-arakan mengelilingi kampung.

Prosesi itu dipercaya sebagai simbol permohonan keselamatan, keberkahan hasil panen, serta harapan agar masyarakat dijauhkan dari musibah dan paceklik seperti yang pernah dialami leluhur mereka.

Anak-anak desa tumbuh dengan menyaksikan orang tua dan kakeknya menari. Ketika dewasa, mereka bergantian mengenakan kostum yang sama untuk meneruskan tradisi tersebut.

"Mereka yang memainkan Keling ya anak-anak dusun saja. Dulu pernah ada daerah lain yang mencoba membuat seni seperti ini, tetapi hanya sekali tampil setelah itu berhenti," terangnya.

Editor : Putra

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network