Ada Kuliner Getuk Goreng di Atas Awan Ponorogo, Sehari Ludes Ratusan Potong

Dinar Putra
Kuliner unik yang ada di tengah alas perbatasan Ponorogo dengan Trenggalek bernama getuk goreng. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Berkunjung ke Kabupaten Ponorogo tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi berbagai kuliner khas, salah satunya getuk goreng Tengah Alas yang ada di Desa Jurug, Kecamatan Sooko.

Berada di kawasan perbatasan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek, warung sederhana ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Lokasinya berada di tengah hutan pinus dengan ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Udara dingin dan suasana rindang pepohonan pinus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Namun, bukan hanya pemandangan yang membuat warung ini ramai. Getuk goreng menjadi salah satu menu yang paling banyak diburu.

Berbeda dengan getuk pada umumnya, getuk di Tengah Alas dibuat dalam bentuk panjang melingkar.

Getuk tersebut baru diiris tipis dan digoreng ketika ada pesanan. Cara ini membuat getuk disajikan dalam kondisi hangat sehingga teksturnya tetap empuk dan lembut.

Perpaduan rasa gurih, tekstur lembut, udara dingin, serta suasana hutan pinus membuat makanan sederhana tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Tak sedikit pembeli yang bahkan rela menempuh perjalanan cukup jauh untuk menikmati getuk goreng tersebut.

Salah satunya Agustin Dwi Hanifah. Warga Kota Ponorogo itu mengaku membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan untuk sampai ke lokasi.

“Kita pesan getuk goreng di tengah hutan di Soko perbatasan Ponorogo Trenggalek, kan di sini dingin ya kita makan getuk goreng anget-anget itu rasanya syahdu gitu.” Katanya.

Lanjutnya Agustin menambahkan bahwa tekstur getuk goreng tersebut berbeda dibandingkan getuk yang biasa ditemuinya di kawasan Kota Ponorogo atau di tempat lain.

“Rasanya enak gurih beda dari getuk kebanyakan yang biasa di tempat lain. Lebih empuk, lebih enak juga sih lebih gurih.”tambahnya.

Udara dingin di kawasan tersebut juga membuat getuk goreng semakin nikmat ketika disantap bersama minuman hangat.

“Cocok dipadukan dengan cuaca dingin ini. Ya bener sama kopi dan getuk goreng ini cocok banget.” terangnya.

Sementara itu Pipit Muasih, penjual getuk goreng tengah alas mengatakan dirinya masih mempertahankan resep yang diwariskan orang tuanya. Tidak ada perubahan berarti dalam resep yang digunakan, termasuk pemilihan jenis singkong yang menjadi bahan utama.

Editor : Putra

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network