“Menu andalannya ya getuk goreng sama getuk lonjor itu yang bisa digoreng sendiri di rumah.” ungkapnya.
Pipit menjelaskan bahwa getuk goreng dipilih sebagai menu andalan karena saat pertama kali dijual belum banyak penjual lain yang menawarkan makanan serupa di kawasan tersebut.
“Alasannya itu belum ada yang lain maksudnya penjual-penjual yang lain kan belum ada jadi saya memilih getuk goreng itu ya yang lain daripada yang lain, maksudnya belum ada yang jual.” pungkasnya.
Getuk goreng Tengah Alas ternyata bukan sekadar jajanan pendamping untuk menikmati pemandangan. Permintaannya cukup tinggi.
Dalam sehari, warung tersebut mampu menjual sekitar 200 potong getuk goreng. Jumlahnya bisa meningkat hingga sekitar 400 potong saat akhir pekan.
Menariknya, harga getuk goreng tersebut masih sangat terjangkau. Satu potong getuk goreng dijual hanya Rp1.000.
Editor : Putra
Artikel Terkait
