4 Penemuan Terlarang yang Seharusnya Tidak Ditemukan, Nomor 4 Diklaim Bisa Hidupkan Orang Mati

Ami Heppy
.
Senin, 05 September 2022 | 06:00 WIB
Penemuan Terlarang yang Seharusnya Tidak Ditemukan. Rumus E=Mc2 (Foto: Getty Images)

JAKARTA, iNews.id - Inilah penemuan terlarangyang seharusnya tidak ditemukan karena sejumlah alasan. Secara umum, penemuan-penemuan yang dilakukan oleh para ilmuwan biasanya akan membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Namun, tahukah kamu jika ada beberapa penemuan terlarang yang seharusnya memang tidak diciptakan karena lebih banyak menimbulkan masalah bagi manusia.

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah deretan penemuan terlarang yang seharusnya tidak ditemukan.

Penemuan Terlarang yang Seharusnya Tidak Ditemukan

1. Rumus E=MC2

Rumus E=MC2 atau rumus relativitas Einstein merupakan penemuan paling populer dari ilmuwan Albert Einstein. Teori relativitas Einstein ini menjadi dasar utama pembuatan senjata atom dan berbagai teknologi nuklir lainnya.

Salah satu efek mengerikan yang bermula dari temuan Einstein ini adalah peristiwa pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki yang memakan banyak korban jiwa.

2. LSD (Lysergic Acid Diethylamide)

LSD (Lysergic Acid Diethylamide) merupakan jenis narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian.

Pada awalnya, LSD ini diciptakan oleh seorang ahli kimia Swiss bernama Albert Hofmann pada 1938 dengan tujuan mengobati depresi pernapasan.

LSD ini juga sempat dimanfaatkan sebagai obat bius dan untuk mendukung penelitian di bidang psikoanalisis. Sayangnya, penemuan ini justru digunakan sebagai obat terlarang yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental, seperti skizofrenia atau keadaan psikotik.

3. Dinamit 

Dinamit diciptakan oleh seorang ilmuwan asal Swedia, Alfred Bernhard Nobel. Pada 1983, Nobel mengembangkan nitrogliserin sebagai bahan peledak.

Nahasnya, saat percobaan ini mengakibatkan saudara Nobel, Emil, dan sejumlah orang lainnya tewas. Kecelakaan ini kemudian membuat pihak berwenang saat itu melarang penelitian nitrogliserin di Stockholm.

Bencana mematikan itu mendorong Alfred untuk menemukan cara untuk membuat nitrogliserin aman digunakan. Setelah memindahkan lokasi eksperimennya ke Danau Malaren, Nobel kemudian memproduksi nitrogliserin secara massal pada 1984.

Pada 1867, Alfred Nobel menemukan suatu cara untuk membuat nitrogliserin lebih aman. Yakni dengan mencampurkan nitrogliserin dengan tanah diatom -- atau kieselguhr dalam Bahasa Jerman -- menghasilkan senyawa berbentuk pasta stabil yang bisa dibentuk menjadi tongkat mini. 

Benda inilah yang kemudian dipatenkannya dengan nama dynamite atau dinamit.

Pada awalnya, dinamit hanya digunakan sebagai bahan peledak tambang. Namun lambat laun temuan Nobel ini digunakan sebagai senjata peledak dalam perang.

Follow Berita iNews Ponorogo di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini