Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Diduga Dibuntuti Dept Collector, Pengendara Motor Harus di Kawal Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Selain Komnas HAM, TGIPF Tepis Polri Terkait Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:38 WIB
  • author Riana Rizkia
Selain Komnas HAM, TGIPF Tepis Polri Terkait Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan
Dampak Panic Crowds Saat Suasana Ricuh seperti Tragedi di Kanjuruhan ( Foto : Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pernyataan polisi melalui Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo bahwa gas air mata menjadi penyebab utama tewasnya banyak suporter Arema FC dalam tragedi Kanjuruhan.

Namun, Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Rhenald Kasali mengatakan, justru penggunaan gas air mata saat mengurai massa usai pertandingan Arema FC dan Persebaya menjadi penyebab kematian.

 

"Ya (gas air mata mematikan), tidak dibenarkan menggunakan senjata yang berpotensi bisa mematikan," kata Rhenald kepada MNC Portal, Senin (10/10/2022).

Menurut Rhenald, penggunaan gas air mata memiliki tingkatkan. Harus ada pembeda antara gas air mata dalam menangani teroris dan penanganan kerumunan.

 

"Gas airmata ada tingkatannya, misalnya utk penanganan terorisme tentu berbeda dengan gas airmata untuk penanganan crowd yang mencari kegembiraan," ucapnya.

Bahkan, kepolisian wajib memperhatikan beberapa aspek ketika hendak menggunakan gas air.

"Lalu gas air mata kalaupun digunakan harus penuh kehati-hatian. Dengan memperhatikan arah angin, ruang terbuka, dan tidak untuk memprovokasi reaksi perlawanan crowd," katanya.

"Juga gas air mata kalau sudah expired harus dipahami apakah sudah berubah menjadi racun yang mematikan atau masih aman," sambungnya.

Editor: Putra

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut