Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap, Ini 4 Alasan Kenapa Kuntilanak Tertawa dan Menakuti Manusia
Advertisement . Scroll to see content

Peneliti Jerman Ungkap Tentang Hantu Kuntilanak, Ini Penjelasannya

Sabtu, 08 April 2023 | 08:18 WIB
  • author Putra
Peneliti Jerman Ungkap Tentang Hantu Kuntilanak, Ini Penjelasannya
Peneliti Jerman pelajari Kuntilanak Foto: ilustrasi/ istimewa

 

JAKARTA, iNewsPonorogo.id – Hantu Kuntilanak ternyata menarik banyak orang, tidak terkecuali seorang peneliti. Dimana sosok mahkluk gaib berambut panjang, mengenakan pakaian putih dengan suara tawa nyaring dan perawakan seorang wanita.

Di dalam cerita, kuntilanak dipercaya sebagai arwah penasaran perempuan hamil yang meninggal dunia, atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anaknya masih didalam kandungan.

Peneliti dan pengajar di Universitas Bonn, Jerman, Timo Duile melakukan penelitian terkait mitos kuntilanak mengungkap bahwa narasi tentang hantu ini, yang ditemukan dalam cerita rakyat dan di mitos pendirian kota Pontianak, justru menggambarkan modernitas Melayu.

"Saat berurusan dengan hantu, narasinya secara eksplisit modern. Mereka membentuk dan bergantung pada pemisahan antara budaya dan alam. Sebagai sebuah bentuk pencerahan, narasi mengubah alam menjadi objek bagi manusia," tulis Timo dalam kesimpulan penelitiannya yang berjudul 'Kuntilanak: Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak, Indonesia', seperti dilansir dari www.jstor.org.

Lanjutnya, masih menurut Timo, menjelaskan bahwa pemisahan ini berkaitan dengan interaksi tiga pandangan, animisme, Islam, dan sains Barat. Islam dipandang sebagai kekuatan modernisasi yang masuk dalam kategori sama dengan 'kepercayaan tradisional' atau animisme, akan tetapi juga tidak bertentangan dengan sains dan rasionalitas.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut