Rekor Baru! 256 Ribu Kendaraan Padati Puncak Arus Balik Lebaran 2026
JAKARTA, iNewsPonorogo.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatatkan sejarah baru dalam penanganan arus mudik dan balik. Sebanyak 256 ribu kendaraan terpantau memadati jalanan pada puncak arus balik Lebaran yang jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengonfirmasi lonjakan signifikan tersebut. "Arus balik puncaknya adalah 256 ribu," ujar Agus pada Rabu (25/3/2026).
Angka ini disebut sebagai volume kendaraan tertinggi yang pernah tercatat selama masa arus balik Lebaran di Indonesia. "Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini. Karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," tambah Agus.
Guna mengantisipasi kemacetan parah akibat lonjakan tersebut, Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa skema One Way, baik skala lokal maupun nasional. Agus menjelaskan bahwa situasi di lapangan tetap terkendali meski volume kendaraan sangat tinggi.
"Sehingga tadi malam cukup padat, namun terkendali. Sampai di Cikampek juga demikian, terkelola dengan baik. Termasuk juga yang dari Jawa Barat, penggunaan tol fungsional Japek 2 sudah kita fungsikan, sehingga crossing dari Jawa Barat yang ada di Cikampek bisa kita kelola dengan baik," paparnya.
Seiring dengan mulai melandainya arus kendaraan menuju arah Jakarta, Korlantas Polri memutuskan untuk menghentikan rekayasa One Way di titik tertentu, yakni mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga Gerbang Tol Brebes KM 263.
"Kondisi arus lalu lintas mulai landai. Jadi cukup terkendali, oleh sebab itu seizin Bapak Kapolri, jam sepuluh tadi kami melakukan sosialisasi," kata Agus. Setelah sosialisasi selama dua jam, petugas melakukan sterilisasi jalur sebelum akhirnya jalur dari Pejagan menuju Semarang dibuka normal kembali.
Meski demikian, rekayasa One Way lokal tahap kedua masih diberlakukan untuk ruas tol lainnya. "Jadi kami akan cabut untuk one way nasional lokal dari kilometer 414 sampai 263. Jadi akan kita cabut, tetapi dari 263 sampai 70 masih berlangsung untuk one way lokal tahap kedua," pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta