Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Outlet Minuman Beralkohol di Ponorogo Disegel Warga, Begini Pemicu Sebenarnya
Advertisement . Scroll to see content

SPMB di SMAN 1 Ponorogo Jalur Prestasi Jadi Sorotan, Ini Kata Orangtua Siswa

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB
  • author Putra
SPMB di SMAN 1 Ponorogo Jalur Prestasi Jadi Sorotan, Ini Kata Orangtua Siswa
Salah satu orangtua yang mempertanyakan SMPB di SMAN 1 Ponorogo yang tengah jadi sorotan foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Ponorogo terus mendapat sorotan banyak pihak, diantaranya adalah para orang tua yang mendaftarkan anak-anaknya disalah satu sekolah terfavorit di Ponorogo ini. Penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi baik akademik maupun non akademik dianggap penuh kejanggalan. Bahkan curhatan hingga pengaduan orangtua ramai diperbincangkan dimedia sosial.

Salah satu orangtua yang sempat mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Ponorogo, Gaguk Hermanto mengungkapkan bahwa pengelolaan SPMB yang kurang baik dan tidak adanya transparansi dianggap menjadi salah satu pemicu kegaduhan.

“Harusnya pihak sekolah memberikan penjelasan kepada para orangtua yang mendaftarkan anaknya. Kurang adanya transparansi juga, jika ada yang diterima ya semestinya dijelaskan alasannya apa, begitupun yang tidak diterima,” katanya.

Selain itu, masih menurut Gaguk bahwa adanya siswa dengan capaian prestasi yang dinilai lebih tinggi justru tidak lolos seleksi. Sementara terdapat peserta lain yang diterima dengan sertifikat prestasi yang tidak ada kesesuaiannya dengan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur.

Dia menjelaskan jika melihat Juknis SPMB adalah ada skor. Dalam juknis skor, hanya juara 1 sampai 3 saja yang diberikan skor. Bahkan skoring juga telah diatur, mulai dari tingkatan kabuoaten/kota sampai nasional.

“Kalau melihat juknis yang ada, semestinya juara harapan tidak diterima. Belum lagi katanya harus ada validasi dari kepala dinas, nah kalau Mts kan berada di naungan kementrian agama,” terangnya.

Ia berharap seluruh proses seleksi dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi maupun anggapan ketidakadilan di kalangan peserta dan orang tua.

“Sekolah mestinya harus fair, lalu dipublish mana yang diterima itu memang skornya berapa. Prestasi dibidang apa yang bisa diterima, apakah semua bidang apa hanya tertentu, sehingga masyarakat menjadi tahu," tegasnya.

Editor: Putra

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut