get app
inews
Aa Text
Read Next : Begini Alasan Domba Merino Jadi Seserahan Pernikahan Viral di Ponorogo

SPMB SMAN 1 Ponorogo Dinilai Janggal, Panitia Sebut Itu Kebutuhan Sekolah

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:11 WIB
header img
Panitia SPMB SMAN 1 Ponorogo beri jawaban terkait polemik penerimaan siswa baru foto: iNewsPonorogo.id/Putra

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Ponorogo menjadi sorotan publik. Sejumlah orang tua calon peserta didik mempertanyakan hasil seleksi jalur prestasi akademik maupun nonakademik yang dinilai kurang transparan. Hingga proses penerimaan siswa baru tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi polemik yang berkembang, Panitia SPMB SMAN 1 Ponorogo menegaskan bahwa seleksi jalur prestasi nonakademik tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya nilai prestasi yang dimiliki calon siswa. Sekolah juga mempertimbangkan kebutuhan pengembangan potensi dan keberagaman bakat di lingkungan sekolah.

Panitia SPMB SMAN 1 Ponorogo, Yudo Seputro, menjelaskan bahwa sekolah memiliki skala prioritas dalam menentukan jenis prestasi yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai kegiatan dan pengembangan siswa.

"Sekolah punya skala prioritas, mana saja prestasi yang dibutuhkan sekolah. Tidak semua prestasi kita terima," kata Yudo.

Menurut Yudo, dalam proses seleksi jalur prestasi terlebih untuk nonakademik, sekolah tidak hanya mempertimbangkan cabang prestasi yang memiliki nilai tinggi atau populer, tetapi juga memperhatikan bidang-bidang yang belum banyak dimiliki siswa di sekolah.

Ia mencontohkan, apabila sekolah masih memiliki banyak atlet dari cabang olahraga tertentu, maka panitia dapat memprioritaskan calon siswa yang memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya.

"Misalnya prestasi basket nilainya tinggi, tetapi di kelas dua masih banyak atlet basket. Maka kami mencari yang lain seperti dalang, pengrawit, jathil, penyair, atau penyanyi. Meski nilainya bagus, kalau tidak dibutuhkan sekolah, kami mengambil yang memang dibutuhkan sekolah," jelasnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Yudo, bertujuan menciptakan keseimbangan dan keberagaman prestasi di lingkungan sekolah sehingga berbagai potensi siswa dapat berkembang secara optimal.

"Meskipun prestasinya tidak terlalu tinggi, misalnya dalang tingkat kabupaten, bisa saja kami ambil. Jadi bukan semata-mata berdasarkan nilai tertinggi, tetapi sesuai kebutuhan sekolah," tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah orang tua calon siswa meminta panitia lebih terbuka dalam menyampaikan mekanisme penilaian dan hasil seleksi.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut