get app
inews
Aa Text
Read Next : Kalahkan Muria Jaya FC, Tim Bader FC Juara Super Copa 100 Gontor

Susun Profil Gender Desa Guna Cegah Perkawinan Anak di Ponorogo

Selasa, 30 Juni 2026 | 15:29 WIB
header img
Penyusunan Profil Gender Desa guna melakukan pencegahan perkawinan anak di Ponorogo foto: ilustrasi/istimewa

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pemerintah Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak dengan menyusun Profil Gender Desa yang akan menjadi dasar penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Pencegahan dan Penanganan Kawin Anak (PPKAD).

Penyusunan Profil Gender Desa dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD)di Balai Desa Binade. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian Tata Kelola Perlindungan Anak Berbasis Desa, yaitu menyangkut Advokasi Kebijakan untuk Pencegahan dan Penanganan Kawin Anak di Indonesia, yang didukung Program Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama (MORA The AIR Funds Program).

FGD melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendidik, tokoh agama, kader masyarakat, serta tim peneliti dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Salah satu kesepakatan penting dalam forum tersebut adalah menjadikan Profil Gender Desa bukan sekadar dokumen pendataan, melainkan sebagai acuan penyusunan program pembangunan yang berpihak pada perempuan dan anak.

Regulasi di tingkat desa diperlukan untuk memperkuat sistem perlindungan anak sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan tanpa diskriminasi.

"Kami berkomitmen memperkuat kebijakan desa untuk mencegah perkawinan anak serta memastikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk layanan kesehatan bagi remaja, diberikan tanpa diskriminasi," kata Kepala Desa Binade, Sunarwicahyo.

Pembahasan didalam FGD terungkap bahwa kehamilan di luar nikah masih menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak. Meski menikahkan anak bukan merupakan solusi atas persoalan tersebut.

Sebaliknya, pendampingan psikologis, penguatan peran keluarga, pendidikan, serta kesiapan ekonomi dinilai lebih efektif dalam melindungi masa depan remaja.

Para tokoh agama yang hadir juga menegaskan bahwa ajaran agama mengajarkan pentingnya kesiapan menikah yang tidak hanya diukur dari usia semata.

Kematangan berpikir, kesiapan mental, serta kemampuan menjalani kehidupan berkeluarga menjadi syarat penting sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dari sektor kesehatan, pihak Puskesmas menyampaikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri telah rutin dilaksanakan di sekolah.

Persoalan keluarga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai persoalan sosial. Antara lain perceraian orang tua, orang tua yang bekerja di luar daerah, hingga minimnya komunikasi dalam keluarga.

Sejumlah indikator diperbarui agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan, mulai dari data pendidikan, partisipasi perempuan dalam pemerintahan desa, kelompok usaha perempuan, hingga indikator kesehatan masyarakat.

Sementara itu Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Evi Muafiah, menilai penyusunan Profil Gender Desa merupakan langkah strategis dalam membangun kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat.

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut