Kesenian Mistis Tari Keling Asli Ponorogo, Hanya Bisa Dimainkan Warga Dusun Mojo
Sebelum tampil, seluruh tubuh mereka dilumuri campuran bubuk arang dan minyak kelapa hingga berwarna hitam pekat sebagai simbol prajurit Kerajaan Tambas Keling.
Lulus Setiawan (32), salah seorang penari yang telah enam tahun mengikuti pementasan Tari Keling, mengaku proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri.
"Kalau mau tampil di luar daerah, kami sering harus minta izin dulu waktu mewarnai tubuh karena takut mengotori tempat," pungkas Lulus.
Meski demikian, dirinya tidak pernah merasa keberatan karena menganggap warna hitam tersebut merupakan bagian dari identitas tokoh yang diperankannya.
Di tengah berkembangnya berbagai bentuk hiburan modern, warga Dusun Mojo tetap berkomitmen menjaga Tari Keling agar tidak punah.
Bagi masyarakat setempat, kesenian ini bukan sekadar pertunjukan rakyat, melainkan pengingat sejarah kampung, simbol perjuangan leluhur menghadapi masa paceklik, sekaligus warisan budaya yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.
Editor : Putra