Inspiratif! Guru SMK di Ponorogo Manfaatkan Lantai Rumah Untuk Berkebun, Siswa Ikut Merawat
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Membuat kebun produktif tidak harus mempunyai lahan yang luas. Seperti halnya seorang guru SMK di Ponorogo memanfaatkan lahan yang terbatas, yaitu dak lantai di rumah kost yang dikelolanya menjadi kebun produktif, untuk ditanamani aneka sayur dan tanaman lainnya.
Kebun produktif milik Tarmin ini tidak cuma untuk menanam aneka tanaman saja, namun juga sebagai media praktik menanam bagi para anak didiknya di SMKN 2 Ponorogo. Hal ini bertujuan sebagai ruang pembelajaran kehidupan yang mampu melahirkan generasi cerdas, produktif, mandiri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Lokasi kebun yang berada Jalan Poncowolo, Pakunden, Ponorogo tersebut cuma berjarak dekat dengan SMK Negeri 2 Ponorogo, tempatnya mengajar, sehingga mudah dimanfaatkan sebagai tempat belajar di luar kelas.
“Lokasi kebun sengaja saya buat tidak jauh dari sekolah, sehingga bisa sangat dijangkau oleh para siswa,” kata Tarmin.
Kebun sederhana tersebut, puluhan tanaman pangan tumbuh subur. Tarmin hanya menggunakan media tanam dari limbah galon air mineral bekas yang disusun rapi. Berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, bawang merah, seledri, cabai, terong, dan tanaman sayur lainnya.
Tidak hanya mengajarkan teknik budidaya tanaman, kebun ini juga mengenalkan konsep ekonomi sirkular. Pupuk organik yang digunakan berasal dari dedaunan kering, sisa tanaman, dan sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos, sehingga seluruh proses budidaya berlangsung lebih ramah lingkungan.
Selain itu, berkebun ini juga memberi manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran para penghuni Kost Griya Amanah yang sebagian besar merupakan peserta didik di SMKN 2 Ponorogo. Lalu jika panennya berlebih juga dibagikan kepada warga sekitar.
"Program ini bukan sekadar mengajarkan cara menanam sayuran, tetapi juga menanamkan karakter. Anak-anak belajar disiplin merawat tanaman setiap hari, bertanggung jawab terhadap tugasnya, bekerja sama, mencintai lingkungan, serta memahami pentingnya ketahanan pangan,” terangnya.
Editor: Putra