Keren! Keunikan Fashion Carnival Karya Siswi SMK di Ponorogo, Usung Wastra Nusantara
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Berbagai karya busana yang dibuat oleh berbagai perancang ditampilkan dalam Street Fashion Carnival dalam rangkaian Ponorogo Creative Festival 2026 yang diselenggarakan di Jalan Alun-Alun Utara. Diantaranya adalah sebuah karya para siswa SMKN 2 Ponorogo.
Beragam koleksi busana bertema Oversized Asimetris, merupakan hasil karya murid Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana. Koleksi ini memadukan siluet oversized dengan potongan asimetris bernuansa modern sebagai representasi inovasi desain yang tetap mengangkat kekayaan wastra Indonesia.
Keikutsertaan dalam festival ini bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman nyata (project based learning). Dimana para siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya di hadapan masyarakat luas.
"Kami ingin masyarakat melihat bahwa karya yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas dan proses pembelajaran murid. Mereka terlibat mulai dari perancangan desain, produksi busana, tata rias, hingga presentasi karya di atas panggung," kata Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto.
Penampilan para model semakin optimal melalui sentuhan tata rias dan tata rambut yang dikerjakan oleh siswa Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Proses produksi, penyempurnaan detail, fitting busana, hingga latihan koreografi.
“Ini jadi ruang bagi siswa siswi untuk menunjukkan kompetensi yang dimiliki sekaligus membangun kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di ruang publik," terangnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengungkapkan bahwa sektor fashion merupakan salah satu dari industri kreatif yang memiliki potensi ekonomi yang besar. sektor ini mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha, menciptakan nilai tambah, sekaligus mengangkat identitas daerah.
“Ponorogo telah menjadi bagian dari jejaring kota kreatif Unesco, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk menguatkan setiap potensi ekonomi kreatif yang kita miliki. fashion salah satunya,” ungkapnya.
Industri fashion yang tumbuh dari perubahan, dari gagasan, dan dari keberanian untuk mengeksplorasi hal baru. Melalui Ponorogo Street Fashion Carnival inilah kita mendorongnya.
“Harapannya desainer muda bisa melahirkan ide-ide baru, menciptakan inovasi, serta mengeksplorasi bentuk, material, teknik, dan cerita yang semakin beragam,” pungkasnya.
Editor: Putra