Kebakaran Hebat Hanguskan Hektaran Lahan Tebu di Ponorogo, Bikin Warga Panik
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Kebakaran melanda lahan tebu di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam. Kobaran api membakar area perkebunan yang cukup luas dan sempat membuat warga khawatir karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari sejumlah bangunan.
Warga setempat menyebut kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga kini warga belum mengetahui secara pasti sumber atau penyebab munculnya kobaran api.
Katenan, salah seorang warga Desa Brahu, mengatakan dirinya mengetahui adanya kebakaran setelah api sudah membesar.
"Sekitar pukul tujuh. Enggak ngerti api dari mana. Saya di rumah," kata Katenan.

Lanjutnya, Katenan menambahkan bahwa, kobaran api terlihat cukup besar dan terdengar suara seperti letupan dari tanaman tebu yang terbakar.
"Sudah besar. 'Krotok-krotok-krotok' begitu," tambahnya.
Kebakaran api tersebut menghanguskan lahan yang diperkirakan memiliki luas hingga hektaran. Katenan menyebut area yang terdampak berada di sekitar kawasan Kampus Universitas Darussalam (Unida) Gontor dan SMP Siman.
"Iya, sampingnya Kampus Unida dengan SMP Siman," ungkapnya.
Warga memilih tidak berani mendekati titik api karena kobaran cukup besar dan kondisi lahan yang dipenuhi tanaman tebu menyulitkan upaya pemadaman secara manual.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan upaya pemadaman, terutama pada bagian lahan yang berada dekat dengan bangunan.
Sementara itu, Kabid Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan titik api yang berada di sekitar bangunan telah berhasil dipadamkan.
"Kami sudah melakukan pemadaman, terutama yang berlokasi dekat dengan bangunan. Sudah kami padamkan dan sudah berhasil kami matikan," terangnya.
Petugas masih menghadapi kendala untuk menjangkau titik api yang berada di bagian tengah lahan. Kondisi tersebut membuat petugas harus berhati-hati karena tidak mengetahui situasi di dalam area yang terbakar.
"Untuk yang posisi di tengah, ini selain membahayakan teman-teman kalau kita masuk karena kita tidak tahu situasi di dalamnya," pungkasnya.
Editor : Putra