Rahasia Perkedel Kentang Tetap Utuh Saat Digoreng, Begini Trik Membuatnya
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Perkedel kentang menjadi salah satu makanan rumahan yang disukai banyak orang. Dimana biasanya dijadikan lauk yang selalu cocok disandingkan dengan nasi hangat, maupun sup. Tekstur kentang yang lembut di bagian dalam dengan lapisan telur gurih di bagian luar membuat makanan sederhana ini bikin ketagihan.
Membuat perkedel kentang yang tetap utuh saat digoreng bukan perkara mudah. Adonan perkedel terkadang justru pecah atau hancur ketika dimasukkan ke dalam minyak panas maupun saat dibalik.
Ternyata, salah satu kunci membuat perkedel kentang anti hancur terletak pada cara mengolah kentangnya.
Pertama, ulek bawang merah dan bawang putih goreng hingga benar-benar halus. Masukkan kentang yang masih hangat ke dalam wadah.
Tumbuk kentang hingga lembut. Menghaluskan kentang ketika masih hangat membantu teksturnya lebih mudah menyatu dengan bumbu.
Setelah kentang halus, masukkan bumbu yang sudah diulek, daun seledri, kaldu bubuk, garam, dan lada. Aduk hingga seluruh bahan tercampur secara merata.
Ambil adonan secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulat atau lonjong. Pipihkan secara perlahan agar bentuk perkedel tetap padat. Lakukan hingga seluruh adonan habis.
Berikutnya, panaskan minyak dengan api sedang. Kocok telur, lalu celupkan setiap perkedel hingga seluruh permukaannya terbalur telur.
Masukkan perkedel ke dalam minyak panas. Jangan langsung membolak-balik perkedel. Biarkan bagian bawahnya terlebih dahulu matang dan kokoh.
Setelah bagian bawah cukup kuat, balik perkedel secara perlahan dan cukup satu kali. Goreng hingga kedua sisinya berubah menjadi kuning keemasan. Angkat perkedel dan tiriskan.
Jika biasanya kentang direbus sebelum dihaluskan, cara berbeda bisa dicoba dengan menggoreng kentang terlebih dahulu.
Menggoreng kentang dapat membantu mengurangi kadar air. Dengan begitu, kentang menjadi lebih padat sehingga adonan perkedel lebih mudah dibentuk dan tidak gampang buyar ketika digoreng.
Selain cara mengolah kentang, proses menggoreng juga perlu diperhatikan. Minyak sebaiknya sudah panas dengan api sedang dan perkedel tidak terlalu sering dibolak-balik.
Salah satu kesalahan yang bisa membuat perkedel mudah hancur adalah terlalu sering membolak-baliknya ketika digoreng.
Perkedel perlu diberi waktu hingga lapisan luarnya cukup kokoh sebelum dibalik. Dengan api sedang dan minyak yang sudah panas, bagian luar perkedel akan lebih cepat membentuk lapisan sehingga bentuknya tetap terjaga.
Perkedel kentang yang sudah matang dapat langsung disajikan hangat sebagai lauk sehari-hari. Rasanya juga cocok menjadi pelengkap soto dan sup atau camilan sederhana untuk keluarga.
Editor: Putra