PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Memanfaatkan lahan sempit yang ada di belakang rumahnya Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Pomorogo, Suprapto mengembangbiakkan ayam Sengkuni atau jenis persilangan ayam jawa dengan beberapa jenis lainnya.
Dikandang yang memiliki lebar sekitar dua meter ini Bapak dua anak ini, memelihara ribuan ayam Sengkuni yang dibudidayakan sendiri sejak enam bulan lalu.
“Dilahan sempit ini, saya manfaatkan untuk ternak ayam jenis Sengkuni. Ini sangat membantu untuk menopang ekonomi. Peliharanya yang mudah,” kata Suprapto.
Proses perawatan ayam Sengkuni ini tidaklah sulit. Yakni hanya dengan diberi pakan bernutrisi, dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Selain itu, guna menjaga stamina dan kesehatan, Suprapto biasanya memberikan ramuan berupa daun sirih dan kunyit yang dicampurkan dalam pakan dan minumnya.
Ayam Sengkuni memiliki keunggulan dibanding ayam pedaging lain, seperti jenis joper. Dimana lebih cepat berkembang dan memiliki daging yang lebih tebal, serta memiliki rasa seperti ayam kampung. Selain itu usia ayam juga lebih pendek, yakni bisa dipanen ketika umur 2,5 bulan.
“Pertumbuhannya cepat sekali, cuma dua bulan, sudah bisa dikonsumsi. Ayam Sengkuni memang dimanfaatkan untuk dagingnya. Lebih gemuk terus teksturnya juga enak,” pungkasnya.
Tingginya permintaan, membuat Suprapto kewalahan memenuhi pasar lokal, terutama disaat akhir pekan. Dalam sebulan, terjual sedikitnya seribu ekor. Sementara satu ekor ayam Sengkuni biasa dijual dengan harga Ro50 hingga Ro70 ribu, tergantung ukuran. Bahkan diklaim sebulan punya omzet hingga Rp30 juta.
Editor : Putra
Artikel Terkait
