PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Seorang marbot Masjid Taqwa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, ditemukan meninggal dunia di dalam salah satu ruangan masjid pada Selasa (27/10/2026) pagi. Korban ditemukan setelah istrinya mencari karena tak kunjung pulang ke rumah.
Korban diketahui bernama Moh. Santoso, 46, warga Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, yang sehari-hari bekerja sebagai marbot Masjid Taqwa di Jalan Sukowati, Kecamatan Jetis.
Warga setempat, Budiono mengatakan, korban berada di dalam ruangan marbot dalam kondisi terkunci dari dalam. Ia menduga, pintu masjid sengaja dikunci oleh korban.
“Tadi itu terkunci dari dalam. Ya mungkin almarhum ini yang ngunci karena kan biasanya begitu. Beliau ini kan marbot masjid. Kalau masjidnya ya selalu terbuka,” katanya.
Sementara itu hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas kesehatan dari puksesmas setempat menunjukkan jika korban meninggal akibat serangan jantung. Berbagai jenis obat-obatan pun ditemukan di sekitar lokasi kejadian, termasuk sebuah hp milik korban.
Sementara itu Kapolsek Jetis AKP Suprapto menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, istri korban mencari suaminya yang belum pulang sejak berangkat untuk menjalankan aktivitas di masjid.
Karena curiga, istri korban kemudian mengajak warga untuk mencari keberadaan Santoso di sekitar masjid. Pencarian itu berujung pada penemuan korban di dalam sebuah ruangan masjid yang terkunci. Korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah meninggal dunia.
“Setelah menemukan korban, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek dan Puskesmas Jetis. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” terangnya.
Lanjutnya, Suprapto menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan SPKT Polres Ponorogo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara pemeriksaan medis dilakukan oleh petugas Puskesmas Jetis.
“Berdasar hasil pemeriksaan luar, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” pungkasnya.
Menurut keterangan keluarga, Santoso memiliki riwayat penyakit asam urat, tekanan darah tinggi, dan jantung.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Kapolsek Jetis AKP Suprapto menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak menghendaki autopsi terhadap jenazah, sebagaimana dituangkan dalam surat pernyataan.
Editor : Putra
Artikel Terkait
