PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pemadaman listrik yang terjadi disejumlah wilayah di Ponorogo pada Senin pagi (26/10/2026) mengganggu aktivitas masyarakat termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) gelombang pertama di sejumlah SMA. Gangguan ini terjadi tepat saat sekolah mulai menjalankan ujian berbasis komputer yang membutuhkan pasokan listrik stabil.
Pemadaman yang mulai terpantau sekitar pukul 07.00 WIB itu tak hanya berdampak pada wilayah perkotaan Ponorogo, tetapi juga menjangkau sejumlah kawasan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Ponorogo, Ikhwanul Abrori, mengatakan pemadaman tersebut mengganggu pelaksanaan TKA gelombang pertama, terutama sesi pertama yang dijadwalkan berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.
Menurutnya, pelaksanaan ujian berbasis komputer sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Karena itu, koordinasi antara instansi pendidikan dan PLN dinilai penting agar kegiatan ujian nasional dapat berjalan lancar.
“Mestinya dari cabang dinas pendidikan dan PLN sudah melakukan koordinasi pemberitahuan bahwa minggu ini gelombang satu TKA AN, kemudian minggu depan gelombang dua. Sehingga dari pihak PLN bisa mengatur jadwal pemadaman listrik,” ungkap Ikhwanul Abrori.
Abrori yang juga menjabat Kepala SMA Bakti Ponorogo menyebut pihak sekolah belum menerima instruksi khusus maupun bantuan genset darurat dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur wilayah Ponorogo-Magetan.
Ia menjelaskan, selama ini sekolah menganggap kondisi pasokan listrik relatif aman karena tidak ada pemadaman bergilir. Kondisi tersebut membuat sebagian besar sekolah swasta belum menyiapkan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Ketika listrik tiba-tiba padam pada pagi hari, sekolah pun kesulitan menyiapkan sumber daya alternatif dalam waktu singkat. Penggunaan genset membutuhkan proses instalasi, sementara penyewaan juga harus dipersiapkan.
“Tiba-tiba padam ini tadi untuk kota. Kalau dipaksakan pakai genset pagi ini tentu sulit karena harus instalasi dan sebagainya, penyewanya juga ada,” tambahnya.
Abrori berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan TKA dan AN gelombang berikutnya. Ia meminta koordinasi antara instansi pendidikan dan PLN diperkuat, terutama terkait informasi jadwal pemeliharaan atau potensi pemadaman listrik selama pelaksanaan ujian.
Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ponorogo, Arif Jumiin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik di beberapa wilayah Kabupaten Ponorogo,” kata Arif.
Arif menjelaskan, pemadaman tersebut disebabkan gangguan pada jaringan kelistrikan. Namun, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.
“Pemadaman tersebut terjadi akibat gangguan pada jaringan kelistrikan, sementara penyebab pastinya masih dalam proses penelusuran lebih lanjut,” jelasnya.
Petugas PLN telah dikerahkan untuk menangani gangguan dan mempercepat pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak.
“PLN segera mengerahkan petugas untuk melakukan penanganan dan mempercepat pemulihan pasokan listrik. Saat ini pasokan listrik di wilayah terdampak telah kembali normal,” pungkas Arif.
Editor : Putra
Artikel Terkait
