get app
inews
Aa Text
Read Next : Deadline! Memilih Calon Pengganti Sekda Ponorogo Agus Pramono Paska Tersangka Korupsi

Suasana Ramadan di Masjid Batoro Katong Ponorogo hingga Cerita Sejarahnya

Jum'at, 20 Februari 2026 | 00:48 WIB
header img
Masjid dan Makam Batoro Katong Ponorogo yang ramai saat Ramadan (Foto: Istimewa).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ramadan selalu dimanfaatkan dengan berbagai ibadah. Melakukan sholat baik wajib maupun sunah, dimasjid kuno yang bersejarah punya rasa berbeda jika dibandingkan dengan yang baru.

Kabupaten Ponorogo tidak cuma dikenal akan kesenian dan budayanya saja, namun juga akan peradaban Islam. Hal ini membuat banyak sekali masjid kuno berdiri yang menyimpan sejarah, hingga menjadi salah satu destinasi wisata religi.

Salah satu masjid yang sangat bersejarah adalah Masjid Batoro Katong. Dimana Raden katong, atau disebut Batoro Katong, sangat melekat dengan penguasa wilayah Ponorogo pertama, sekaligus sebagai penyebar agama islam.

Perjalanan utusan Demak ini mempunyai mandat untuk melakukan penyebaran agama Islam kepada masyarakat Ponorogo. Hal ini usai dirinya berhasil mengalahkan Ki Ageng Suryongalam dan menaklukan Kerajaan Wengker.

Guna melakukan tugasnya, dan sebagai tempat siar penyebarkan agama Islam, Batoro Katong kemudian mendirikan sebuah masjid, yang sekarang berada tepat disebelah barat makamnya, yaitu masuk Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

“Batoro Katong mendirikan masjid untuk syiar Islam di Ponorogo,” kata Nardi, budayawan dan juru kunci makam Batoro Katong.

Kemudian ada sebuah cerita tentang keberadaan masjid, yang sempat dipindah setelah Batoro Katong meninggal dunia, dan dipergunakan untuk tempat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Sebelum dipindah, posisi masjid awalnya berdekatan dengan makam Patih Seloaji. Pemindahan masjid dilakukan, berkaitan dengan pesan Patih Seloaji. Dimana sebelum meninggal Patih Seloaji melarang makamnya untuk diberi cungkup, atau rumah-rumahan diatas makam. 

Setelah diberi kuncup, terjadi kejadian mistis,  cungkup makam Seloaji tiba-tiba saja tersambar petir, dan mengenai masjid, hingga akhirnya terbakar hebat. Alhasil kemudian masjid dipindah, diposisi yang sekarang ini ada.

“Masyarakat ingin menghormati Patih Seloaji, jadi mengindahkan pesannya, dan tetap membangun kuncup diatas makam Patih Seloaji, agar juga sama dengan makam yang lain. Masjid ikut terbakar, akibat tersambar petir ketiga kali. Akhirnya hingga saat ini tidak ada kuncup untuk makam Patih Seloaji dan masjid juga dipindah lokasinya,” pungkasnya.

Kemudian karena terbakar, maka di tahun 1800, masyarakat pada waktu itu membangun kembali masjid dan memindahkan nya di sebelah utaranya makam Batoro Katong, hingga tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Sampai saat ini, masjid selalu dipenuhi jamaah terlebih dibulan puasa Ramadan, untuk melaksanakan ibadah salat. 

Editor : Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut