Lelang Direktur RSUD Ponorogo Hanya Untuk PNS, Plt Bupati Sebut Ada 6 Jabatan Kosong
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) 2026 untuk mengisi enam jabatan eselon II yang masih kosong. Salah satu formasi yang menjadi perhatian adalah Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo. Dimana sebelumnya mantan direkturnya tersangkut pidana korupsi.
Adapun untuk calon direktur rumah sakit milik daerah ini, hanya dapat diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut terjadi perubahan dibandingkan pengisian jabatan sebelumnya yang sempat berasal dari tenaga profesional non-ASN. Adapun ketentuan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sesuai regulasi yang berlaku.
“Untuk jabatan Direktur RSUD dr. Harjono pada seleksi terbuka kali ini kami tetapkan berasal dari kalangan PNS. Seleksi ini terbuka bagi ASN yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan sesuai aturan yang berlaku," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto.
Saat ini jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Harjono masih dijabat oleh Made Jeren hingga proses seleksi menghasilkan pejabat definitif.
Agus menjelaskan, seleksi terbuka bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pejabat yang terpilih nantinya diharapkan memiliki kompetensi, integritas, kemampuan kepemimpinan, serta mampu membawa perubahan positif.
"Kami berharap seleksi ini menghasilkan pejabat yang profesional, memiliki kapasitas kepemimpinan, dan mampu membawa peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menjelaskan bahwa ada 11 jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, baru enam posisi yang dibuka dalam seleksi tahap pertama.
Menurutnya, keenam jabatan tersebut diprioritaskan karena dinilai paling mendesak untuk menjaga kelancaran roda pemerintahan.
Editor : Putra