Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Camilan Lumpia Isi Daging Giling, Ini Resep Biar Gurih dan Renyah
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Kaligrafer Berbagai Negara Ikut Festival Kaligrafi Internasional Gontor Ponorogo

Selasa, 08 September 2026 | 19:53 WIB
  • author Putra
Ratusan Kaligrafer Berbagai Negara Ikut Festival Kaligrafi Internasional Gontor Ponorogo
Ratusan kaligrafer dari berbagai negara ikut dalam festival kaligrafi internasional yang digelar Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO,iNewsPonorogo.id -  Ratusan kaligrafer dari berbagai negara ikut andil dalam Festival Kaligrafi Internasional Gontor. Sedikitnya ada 279 peserta yang mengikuti perlombaan yang digelar dalam rangka peringatan 100 tahun Gontor.

Festival Kaligrafi Internasional Gontor digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Mengusung tema “Menulis Peradaban, Merawat Warisan, Menuju Abad Kedua Gontor”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pertukaran ilmu dan pengalaman bagi para pelaku seni kaligrafi.

Para peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Festival berlangsung selama tiga hari. Didalam festival ini juga digelar workshop, sharing session, hingga pameran karya.

"Festival Kaligrafi Internasional yang membawa sebuah tema yang luar biasa, yaitu ‘Menulis Peradaban, Merawat Warisan Menuju Abad Kedua Gontor’,” kata Ketua Panitia Festival Kaligrafi Internasional Gontor, Khairul Umam, 

Dalam festival tersebut, lomba kaligrafi menjadi salah satu agenda utama. Sebanyak 279 kaligrafer mengikuti kompetisi yang mempertandingkan tiga kategori.

Kehadiran peserta dari empat negara ASEAN tersebut sekaligus memperkuat nuansa internasional festival kaligrafi yang digelar di Gontor.

Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan sejumlah workshop pembuatan Kertas Daluwang Gontor. Tradisi pembuatan kertas tersebut memiliki keterkaitan dengan warisan budaya Tegalsari yang kini berupaya dihidupkan kembali.

“Kertas yang sudah lama menjadi tradisi Tegalsari sekarang ingin dilestarikan ulang, maka nanti akan ada workshop Kertas Daluwang Gontor,” terang Khairul.

Workshop lainnya meliputi tazhib kaligrafi klasik, seni ebru, serta berbagai kegiatan seni lainnya.

Selain itu panitia juga menggelar sharing session bertajuk “Dari Nusantara Menuju Mata Dunia” dan pembahasan mengenai Mushhaf Gontor. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas santri dan santriwati, guru PMDG putra dan putri, pondok-pondok alumni, kalangan pondok kaligrafi, hingga masyarakat umum.

Festival Kaligrafi Internasional Gontor juga menghadirkan pameran karya kaligrafi. Pameran tersebut dibagi menjadi dua sisi yang menampilkan perkembangan seni kaligrafi dari pendekatan berbeda. Bagian barat menampilkan seni kaligrafi klasik, sedangkan sisi timur menghadirkan seni kaligrafi kontemporer.

Pameran tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perkembangan seni kaligrafi Islam.

Maestro kaligrafi nasional Didin Sirojuddin Abdul Razaq turut hadir dalam Festival Kaligrafi Internasional Gontor.

Didin menyebut Gontor sebagai salah satu pesantren yang sejak awal memberikan perhatian besar terhadap pendidikan kaligrafi.

Menurutnya, seni khat telah dimasukkan secara resmi ke dalam kurikulum pendidikan di Gontor. Hal tersebut menunjukkan bahwa kaligrafi tidak hanya dipandang sebagai seni visual, tetapi juga memiliki peran dalam pendidikan karakter.

“Satu-satunya pesantren yang resmi memasukkan kaligrafi sebagai kurikulum adalah Gontor, di antara tujuan seni kaligrafi adalah untuk mendidik kesabaran, mendidik ketekunan, dan mendidik kreativitas,” pungkasnya.

Proses mempelajari kaligrafi membutuhkan kesungguhan dan ketelitian. Karena itu, aktivitas tersebut dinilai dapat membantu melatih kesabaran dan ketekunan seseorang.

Festival Kaligrafi Internasional Gontor menjadi bagian dari refleksi perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Kehadiran ratusan kaligrafer dari Indonesia dan sejumlah negara ASEAN menjadikan festival tersebut sebagai ruang pertemuan antarpelaku seni kaligrafi.

Editor: Putra

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut