Tokoh Muslim Amerika dan Dubai Terkejut Lihat Festival Kaligrafi Internasional Gontor
"Orang-orang, para santri, anak-anak muda, dan generasi baru ini selalu memiliki bakat. Namun, orang yang beruntung adalah mereka yang tinggal di lingkungan yang bisa menemukan bakatnya, mengembangkannya, melatihnya, dan membukakan jalan menuju kesuksesan," terangnya.
Bassem melihat ketekunan sebagai salah satu kekuatan yang dimiliki para santri Gontor. Menurutnya, bakat tidak akan cukup untuk menghasilkan karya besar tanpa kerja keras dan arahan yang tepat.
"Mengasah bakat dan terus tekun bersamanya. Di sini di Gontor, saya melihat orang-orang Indonesia memiliki ketekunan. Kalian memiliki ketekunan dan kerja keras, kalian adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh. Sehingga melahirkan kreativitas/karya luar biasa," tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kaligrafer Indonesia, termasuk para santri, memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
"Kalian berpartisipasi dalam berbagai perlombaan di seluruh dunia. Di Dubai, Abu Dhabi, Irak, Qatar, dan Arab Saudi. Saya menyaksikan sendiri di 5 negara ini, orang-orang Indonesia tidak menyisakan piala untuk orang lain, masya Allah!" Pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan PMDG Ponorogo KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan bahwa pengembangan minat dan bakat santri memang menjadi bagian dari sistem pendidikan di Gontor.
Para santri tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik. Mereka juga diberi ruang untuk mengasah berbagai potensi melalui kegiatan seperti olahraga, menggambar, kaligrafi, membaca, hingga keterampilan dan kerajinan tangan.
"Ada kerja keras, usaha, upaya untuk menemukan bakat-bakat ini. Agar mereka bisa bersantai dan semua ini tidak membuat mereka meninggalkan pelajaran. Tidak meninggalkan pelajaran sekolah," pungkas KH Hasan Abdullah Sahal.
Festival Kaligrafi Internasional Gontor pun menjadi gambaran bagaimana seni, pendidikan, dan pengembangan bakat dapat berjalan beriringan. Apresiasi dari tokoh Muslim Amerika Serikat dan Dubai menunjukkan bahwa karya para santri Gontor memiliki peluang untuk terus menembus panggung internasional.
Editor: Putra