Tidak Perlu Membeli, Begini Cara Membuat Aquascape Sederhana di Rumah
Bilas akuarium menggunakan air bersih tanpa sabun atau deterjen. Pastikan tidak ada debu dan sisa kotoran yang menempel di kaca.
Letakkan akuarium pada permukaan yang rata dan mampu menopang beratnya setelah terisi air, pasir, batu, dan kayu.
Masukkan pasir atau substrat ke dasar akuarium. Buat bagian belakang sedikit lebih tinggi daripada bagian depan untuk memberikan kesan kedalaman.
Ketebalan substrat perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan bahan yang digunakan. Untuk tanaman berakar, pastikan tersedia ruang yang cukup bagi akar untuk tumbuh.
Jika menggunakan pupuk dasar, letakkan sesuai petunjuk produk lalu tutup dengan substrat. Hindari membiarkan pupuk terpapar langsung ke kolom air karena dapat meningkatkan risiko air menjadi keruh atau memicu pertumbuhan alga. Untuk tanaman yang ditempelkan pada batu dan kayu, pupuk dasar tidak selalu diperlukan.
Susun batu dan kayu apung untuk membentuk lanskap bawah air. Pilih satu batu atau potongan kayu sebagai titik fokus, lalu tambahkan elemen yang lebih kecil sebagai pendukung.
Hindari menata semua batu dengan ukuran dan jarak yang sama karena hasilnya bisa terlihat kaku. Pastikan batu dan kayu stabil serta tidak berisiko roboh ketika akuarium diisi air.
Masukkan sedikit air jika diperlukan untuk memudahkan proses penanaman. Gunakan pinset untuk menempatkan tanaman pada posisi yang diinginkan.
Tanaman berakar dapat ditanam di substrat, sedangkan Anubias dan Java fern lebih cocok ditempelkan pada batu atau kayu. Jangan mengubur rimpang kedua tanaman tersebut karena dapat membusuk.
Tuangkan air perlahan di atas piring kecil atau permukaan lain yang bersih untuk mengurangi risiko pasir berantakan dan tanaman tercabut.
Gunakan air yang sudah dipastikan aman bagi penghuni akuarium. Jangan mengisi hingga terlalu penuh; sisakan ruang secukupnya di bagian atas.
Nyalakan filter untuk menjaga sirkulasi air. Atur lampu LED dengan durasi awal sekitar 6 jam per hari, kemudian sesuaikan berdasarkan kondisi tanaman dan pertumbuhan alga.
Pencahayaan yang terlalu lama tidak selalu membuat tanaman tumbuh lebih baik. Sebaliknya, cahaya berlebihan dapat mempercepat pertumbuhan alga, terutama saat tanaman masih beradaptasi.
Setelah akuarium selesai ditata, jangan langsung memasukkan ikan. Berikan waktu bagi tanaman untuk beradaptasi dan sistem penyaringan biologis untuk berkembang.
Lama proses ini tidak selalu sama pada setiap akuarium. Pantau kualitas air menggunakan alat uji, terutama kadar amonia dan nitrit. Keduanya harus berada pada angka nol sebelum ikan dimasukkan.
Setelah siklus biologis akuarium terbentuk dan kualitas air sesuai, ikan dapat dimasukkan secara bertahap. Pilih jenis ikan yang cocok dengan ukuran akuarium, kondisi air, dan kebutuhan ruang geraknya.
Hindari memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus karena beban limbah yang meningkat dapat mengganggu kualitas air.
Editor: Putra