Resmi Dikukuhkan, PKB Ponorogo Pasang Target 12 Kursi DPRD hingga Bupati
PONOROGO, iNewsPonorogo.id - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ponorogo mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi kontestasi mendatang. Usai pengukuhan pengurus masa bakti 2026-2031, partai identik warna hijau ini memasang target menambah perolehan kursi DPRD dari delapan menjadi 12 kursi sekaligus membidik posisi Bupati Ponorogo pada Pilkada 2030.
Pengukuhan pengurus DPC PKB Ponorogo digelar di Hotel Gajah Mada, Jalan Gajah Mada Kabupaten Ponorogo. Ketua DPC PKB Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, resmi menahkodai kepengurusan untuk periode 2026-2031.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dipimpin Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi Muchtar, yang mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Tak hanya membidik tambahan kursi legislatif, PKB Ponorogo juga mulai memetakan kader internal yang berpotensi diusung dalam Pilkada 2030.
“Tambah 4 kursi di DPRD Ponorogo dan juga membidik bupati dari kader internal PKB,” ungkap Wakil Ketua DPW PKB Jatim, M. Subaidi Muchtar.
Subaidi menjelaskan, target penambahan empat kursi DPRD menjadi salah satu sasaran utama PKB Ponorogo dalam lima tahun mendatang. Dengan target tersebut, jumlah kursi PKB di DPRD Ponorogo diharapkan meningkat dari delapan menjadi 12 kursi.
“Jadi PKB Kabupaten Ponorogo ditarget nambah minimal empat kursi. Jadi dari 8, jadi 12 kursi,” jelas Subaidi.
Menurutnya, target tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan menjelang pemilu. PKB harus membangun organisasi yang modern, dengan struktur kepengurusan, manajemen kerja, serta program yang jelas.
“PKB sudah mengarah ke sana. Jadi PKB bukan hanya sekadar kumpulan orang tapi sudah menjadi sebuah organisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan kepada masyarakat tidak boleh hanya dilakukan ketika pemilu semakin dekat. Menurutnya, kerja politik harus dimulai sejak sekarang melalui aktivitas yang berkelanjutan.
“Menurutnya, mendatangi pemilihan tidak mendekati pemilu. Namun bisa dimulai saat ini,” kata Ketua Fraksi PKB Jatim ini.
Disisi lain, PKB juga menaruh perhatian pada pemilih dari kalangan generasi Z dan milenial. Subaidi menilai kelompok tersebut menjadi bagian penting sehingga perlu dipahami melalui pendekatan politik yang sesuai.
Menurutnya, memahami karakter pemilih muda menjadi tantangan tersendiri bagi partai. Karena itu, pendekatan politik perlu menyesuaikan cara berpikir, sikap, dan kebutuhan generasi yang berbeda dari kelompok pemilih sebelumnya.
“Tantangannya bagi PKB adalah bagaimana bisa memahami cara berpikir dan sikap politik yang sangat khas, beda dengan generasi baby boomer ya atau generasi X,” urainya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, rangkaian kegiatan partai berlangsung selama dua hari. Agenda tersebut mencakup orientasi politik, pembekalan pengurus, pengukuhan, hingga musyawarah kerja untuk merumuskan arah organisasi lima tahun ke depan.
“Kita memasuki acara orientasi politik atau pembekalan. Sekaligus kita membicarakan bagaimana langkah PKB ke depan dalam rangka mempersiapkan kepengurusan yang baru,” ungkapnya.
Setelah pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah kerja. Forum tersebut membahas rencana strategis (Renstra) serta pokok-pokok program kerja DPC PKB Ponorogo untuk periode 2026-2031.
“Musyawarah kerja kita menyampaikan Renstra dan juga pokok-pokok program kerja mulai 2026 sampai 2031,” urainya.
Dwi menjelaskan, hasil musyawarah kerja akan menjadi pedoman bagi pengurus dalam menjalankan amanah partai. Salah satu program utama yang disepakati adalah penambahan empat kursi DPRD Ponorogo.
“Penambahan 4 kursi di DPRD. Ini masuk pokok-pokok program kerja 5 tahun di DPC PKB Kabupaten Ponorogo di mana ini disesuaikan dengan peningkatan 47% secara nasional. Jadi, di Ponorogo itu peningkatan 47% jadi 4 kursi,” pungkasnya.
Kepengurusan baru, PKB Ponorogo kini menghadapi pekerjaan besar untuk menerjemahkan target politik menjadi program nyata, memperkuat jaringan hingga tingkat bawah, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat menjelang kontestasi mendatang.
Editor: Putra