Melihat Tradisi Kirab Tumpeng Ponorogo, Simbol Keberkahan dan Kebersamaan

Putra
Puluhan tumpeng dikirab sebelum dimakan bersama-sama bagian dari tradisi Ponorogo (Foto: iNewsPonorogo.id/Putra).

PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Ada hal yang menarik dan berbeda terlihat di tengah Alun-Alun Ponorogo. Dimana ada puluhan tumpeng berbagai ukuran hingga bentuk, dikirab dengan di iringi kesenian Reog. 

Sebanyak 53 tumpeng yang ditata di antara dua pohon beringin yang menjadi ikon Alun-Alun ini merupakan bikinan dari intansi serta Kecamatan diseluruh Ponorogo. Hal ini sekaligus memperingati Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo.

Kemudian diantara puluhan tumpeng tersebut, ada satu buceng gunungan berukuran sangat besar yang disiapkan untuk diperebutkan masyarakat.

Tradisi ini bukan sekadar kegiatan makan bersama. Pemkab Ponorogo menjadikannya sebagai momentum untuk memanjatkan doa sekaligus mempererat kebersamaan.

Disisi lain, memicu keramaian yang diharapkan  berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan kegiatan tumpengan digelar sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keberkahan bagi masyarakat Ponorogo. Lokasi kegiatan di tengah Alun-Alun, tepatnya di antara dua pohon beringin bukan tanpa alasan.

“Kami ingin supaya ada keberkahan untuk masyarakat Ponorogo. Makanya kami berdoa di tengah-tengah alun-alun di antara dua beringin,” kata Lisdyarita.

Sebanyak 53 tumpeng disediakan dalam kegiatan tahun ini. Jumlah tersebut disesuaikan dengan usia Kabupaten Ponorogo yang kini memasuki 530 tahun.

Lanjutnya Lisdyarita menambahkan bahwa konsep tumpengan tersebut muncul secara spontan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan serupa bakal digelar lebih besar pada tahun berikutnya.

“Tahun depan bakal kita lakukan lebih banyak lagi. Karena ini mendadak, tiba-tiba timbul ide bagaimana kita bisa memajukan ekonomi,” jelasnya.

Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan menciptakan keramaian yang turut memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi warga. Selain makan bersama, tumpeng gunungan juga lantas diperebutkan banyak warga.

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.

Editor : Putra

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network