Warga Desa Karang Patihan Ponorogo Kesulitan Air Bersih, Cuma Andalkan Bantuan
Keluhan serupa disampaikan Rida Asmawati (45) mengatakan sebelumnya air PDAM masih mengalir sekitar dua hari sekali. Namun, debit air semakin lama semakin kecil hingga akhirnya tidak mengalir sama sekali.
“Awalnya PDAM masih mengalir dua hari sekali, tapi lama-lama semakin kecil. Tiga hari terakhir ini sudah tidak mengalir sama sekali,” ungkap Rida.
Menurut Rida, warga memilih membeli air galon untuk kebutuhan minum. Sementara untuk mandi, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah tetangga yang masih memiliki persediaan air.
“Sumur sebenarnya masih ada airnya, tapi kondisinya kotor dan kami takut kalau dipakai malah membuat gatal. Untuk minum kami beli air galon, sedangkan kalau mandi kadang harus numpang ke rumah tetangga,” terangnya.
Rida berharap pemerintah segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus memastikan distribusi air PDAM kembali normal.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu dan PDAM kembali mengalir dengan lancar,” pungkasnya.
Di Dusun Dungus, Desa Karang Patihan sedikitnya terdapat sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak kekurangan air bersih.
Sejumlah sumur di sekitar permukiman mulai mengering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Editor : Putra