Lanjutnya Lisdyarita menambahkan bahwa konsep tumpengan tersebut muncul secara spontan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan serupa bakal digelar lebih besar pada tahun berikutnya.
“Tahun depan bakal kita lakukan lebih banyak lagi. Karena ini mendadak, tiba-tiba timbul ide bagaimana kita bisa memajukan ekonomi,” jelasnya.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan menciptakan keramaian yang turut memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi warga. Selain makan bersama, tumpeng gunungan juga lantas diperebutkan banyak warga.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.
Editor : Putra
Artikel Terkait
