Kini, rumah joglo di Kelurahan Ploso itu difungsikan sebagai museum yang dapat dikunjungi masyarakat. Pengunjung bisa melihat langsung bangunan tradisional, ruang tamu, perabotan, serta berbagai bagian rumah yang masih dipertahankan.
Keberadaan museum ini menjadi alternatif wisata sejarah bagi masyarakat yang berkunjung ke Pacitan. Selain menikmati pesona alam yang dikenal sebagai salah satu daya tarik utama daerah tersebut, wisatawan juga dapat menelusuri sisi lain Pacitan melalui kisah kehidupan tokoh nasional.
Dari rumah joglo tua di tengah permukiman Kota Pacitan ini, pengunjung dapat melihat sisi lain perjalanan SBY, bukan sebagai presiden, melainkan sebagai seorang anak yang tumbuh, belajar, dan menghabiskan masa remajanya di lingkungan keluarga dan teman-temannya.
Bangunan itu menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang seorang pemimpin nasional, ada tempat-tempat sederhana yang menyimpan kenangan dan turut membentuk kisah hidupnya.
Editor : Putra
Artikel Terkait
