Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Suasana Ramadan di Masjid Batoro Katong Ponorogo hingga Cerita Sejarahnya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Sejarah Tiga Pusaka Ponorogo, Berumur Ribuan Tahun dan Punya Kekuatan Luar Biasa

Minggu, 31 Juli 2022 | 14:05 WIB
  • author Putra
Mengenal Sejarah Tiga Pusaka Ponorogo, Berumur Ribuan Tahun dan Punya Kekuatan Luar Biasa
Ketiga Pusaka Milik Kabupaten Ponorogo yang kasih terjaga meski berumur ribuan tahun (foto; iNews.id/Putra)

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa Pusaka Kanjeng Tunggul Nogo dan Tunggul Wulung itu milik Majapahit, Eyang Brawijaya kelima. Dimana pada saat itu terjadi perebutan kekuasaan, kedua pusaka itu, lantas M ada yang merawat, yakni Eyang Joyodrono dan Joyodipo.

Saat dalam kondisi terhimpit, Brawijaya berpesan kalau ada orang yang mengetahui keberadaan tombak pusaka itu, maka ia adalah keturunannya. Kemudian Joyodrono pergi ke Ponorogo. Dalam perjalanannya bertemu dengan Batoro Katong, Patih Seloaji, dan Ki Ageng Mirah.

‘’Eyang Batoro Katong dalam pertapaan nya melihat tombak Kiai Tunggul Nogo dipasang di Goa Segolo-Golo, yang kini ada diwilayah Kelurahan Setono. Makanya tombak tersebut lantas menjadi pusaka ke Eyang Batoro Katong,’’ ungkapnya.

Kehebatan tombak itu terbukti, pada suatu waktu Ponorogo diserang oleh Ki Ageng Kutu. Secara logika Batoro Katong bakal kalah lantaran hanya memiliki 40 santri. Sedangkan, Ki Ageng Kutu memiliki 200 pasukan.

Namun, Batoro Katong dibantu oleh Patih Seloaji yang punya kehebatan dalam berperang. Tombak itu digunakan untuk menghadang dan seketika kuda Ki Ageng Kutu lari tunggang langgang.

‘’Sedangkan Cinde Puspito itu, merupakan sabuk yang dipakai oleh Eyang Batoro Katong, berikut dengan payung Songsong Tunggul Wulung,’’ pungkasnya.

Editor: Putra

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut